Di tengah kondisi kering yang masih teramati di sejumlah wilayah, beberapa daerah di Indonesia tetap mengalami hujan lebat hingga ekstrem pada periode 19–21 Oktober 2026. Curah hujan harian tercatat sebesar 190,6 mm/hari di Sumatera Utara, 130,7 mm/hari di Sumatera Barat, 119,0 mm/hari di Aceh, 83,0 mm/hari di Kalimantan Barat, dan 78 mm/hari di Papua Tengah.
Kejadian tersebut dipicu oleh aktivitas MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), perlambatan dan pertemuan angin, serta suhu muka laut yang relatif hangat. Faktor-faktor tersebut dapat mendukung perkembangan awan konvektif, terutama di Sumatera bagian utara dan barat serta sebagian Kalimantan.
Kondisi Relatif Kering
Prakiraan BMKG pada dasarian III Oktober hingga II November 2026 mengindikasikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan rendah hingga menengah, dengan kisaran 0–150 mm/dasarian.
Sejumlah wilayah yang diperkirakan masih berpeluang mengalami kondisi relatif kering meliputi sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.
Kondisi tersebut masih didukung dengan fenomena El Niño sangat kuat dan Dipole Mode Index (DMI) positif yang secara umum cenderung mengurangi aktivitas konvektif di Indonesia, kata BMKG.



