Ketersediaan uap air yang melimpah akibat kehangatan suhu muka laut, ditambah pertemuan angin serta aktifnya fenomena MJO serta Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MRG, menjadi faktor utama yang memicu hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Prediksi BMKG untuk Dasarian I November 2026 mengindikasikan bahwa mayoritas wilayah Indonesia didominasi oleh presipitasi kategori menengah (50–100 mm/dasarian) sebesar 67,62%, disusul kategori rendah (0–50 mm/dasarian) sebesar 30,57%, dan kategori tinggi (150–300 mm/dasarian) sebesar 1,81%.
Presipitasi rendah terkonsentrasi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian kawasan Sulawesi dan Maluku, kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG.



