Laporan tersebut menemukan bahwa El Niño tahun ini juga merupakan “gambaran masa depan kita,” yang membawa suhu yang diproyeksikan akan terjadi akibat perubahan iklim dalam 20 tahun mendatang.
Dengan demikian, fenomena ini memberikan gambaran tentang apa yang akan terjadi jika tidak ada investasi baru dalam adaptasi. Terkait perencanaan adaptasi jangka panjang ini, terdapat banyak gagasan menjanjikan, termasuk prakiraan suhu yang lebih akurat dan akses yang lebih luas terhadap teknologi pendingin.
Penelitian berkelanjutan dari Climate Impact Lab akan membantu mengidentifikasi langkah apa yang efektif dan apa yang tidak, guna meningkatkan skala reformasi di wilayah-wilayah yang paling rentan.
Salah satu penulis laporan, Tamma Carleton, yang juga Kepala Penelitian Fakultas untuk Climate Impact Lab sekaligus Asisten Profesor di University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa meningkatkan respons darurat dan menargetkan upaya kita dengan lebih baik dapat menyelamatkan banyak nyawa tahun ini.
“Namun, 20 tahun dari sekarang, ketika suhu ekstrem saat ini menjadi kondisi normal yang baru, kita tentu tidak ingin terus-menerus berada dalam situasi darurat,” ujarnya.
“Kita perlu memobilisasi sumber daya saat ini untuk merancang, menerapkan, dan mengevaluasi perangkat persiapan serta perencanaan yang akan menyelamatkan nyawa di masa mendatang.”



