Ia menekankan bahwa “kematian akibat panas bukanlah hal yang tak terhindarkan” karena “kita tahu bagaimana melindungi masyarakat: memperingatkan masyarakat sejak dini, mendinginkan kota, memastikan akses ke air dan tempat teduh, memeriksa mereka yang paling berisiko, dan mempersiapkan sistem kesehatan sebelum suhu mencapai puncaknya.”
Pedoman baru akan membantu negara-negara untuk memperkuat Rencana Aksi Kesehatan-Panas (HHAP) yang menghubungkan peringatan cuaca dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat seperti menjangkau orang-orang yang paling berisiko, mendinginkan ruangan, perencanaan lonjakan pasien di rumah sakit, dan nasihat yang jelas untuk masyarakat.
WHO menggarisbawahi perlunya membangun fasilitas kesehatan yang tangguh. Gelombang panas dapat membebani rumah sakit yang mungkin tidak dirancang untuk mengatasi suhu yang lebih tinggi, terutama saat jumlah pasien meningkat.
Hal ini terutama terjadi di kota-kota, di mana daerah padat penduduk memerangkap panas dan tetap lebih hangat daripada daerah pedesaan atau pinggiran kota di sekitarnya.
Bangunan rumah sakit dapat mengalami panas berlebih, menyebabkan pasokan listrik, sistem pendingin, serta komputer dan layanan teknologi gagal berfungsi. Selain itu, staf dan pasien dapat menjadi stres dan kelelahan akibat panas.




