Erupsi Gunung Ruang, 6.045 Warga Pulau Tagulandang Dievakuasi

Kondisi Gunung api Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Jumat (19/4) pukul 22.35 Wita. GAMBAR: MAGMA INDONESIA/PVMBG

Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak  6.045 warga yang tinggal di Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, telah dievakuasi.

Warga yang dievakuasi ini berada di sisi barat yang berhadapan dengan Pulau Ruang. Mereka berasal dari Kelurahan Bahoi dan Kelurahan Balehumara.

Gunung api Ruang yang berada di Pulau Ruang erupsi sejak Selasa (16/4). Saat itu, status Gunung Ruang dinaikkan dari level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Sehari kemudian, Rabu tanggal 17 April Gunung Ruang meletus dan dinaikkan menjadi level IV (Awas).

Sebanyak 838 warga yang tinggal di kaki Gunung Ruang mengungsi ke Pulau Tagulandang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, pengungsi yang berada di Pulau Tagulandang berjumlah 272 KK atau 838 jiwa. Mereka yang berasal dari Desa Laingpatehi berjumlah 166 KK (506 jiwa) dan Desa Pumpente 106 KK (332 jiwa).

Menurut BNPB, Pelabuhan Tagulandang saat ini dioperasikan untuk mobilisasi evakuasi dan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) telah mengaktifkan pos komando yang berada di Desa Apengsala. Desa ini berjarak 15 km dari Gunung Ruang.

Setelah erupsi eksplosif, jaringan listrik dan komunikasi lumpuh di Kampung Laing Patehi yang berada di Pulau Ruang. Sedangkan di Desa Lumbo di Pulau Tagulandang, kondisi jaringan komunikasi tidak berfungsi secara optimal.

Sebaran abu vulkanik Gunung Ruang hingga Kabupaten Minahasa Utara di Pulau Sulawesi,pada Kamis (18/4). Sejumlah wilayah kecamatan terdampak abu vulkanik, di antaranya Kecamatan Likupang Barat, Wori, Likupang Timur dan Likupang Selatan.

BPBD Kabupaten Minahasa Utara mengimbau warga untuk menggunakan masker dan tetap tenang, khususnya dalam menyikapi informasi hoaks.

Sementara itu, lebih dari dua hari operasional Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi di Manado ditutup karena sebaran abu vulkanik Gunung api Ruang dapat mengganggu penerbangan.

Penutupan operasional bandara melalui informasi dari ASHTAM dengan nomor VAWR7240 mulai Rabu tanggal 17 April pukul 19.26 Wita sampai dengan 18 April pukul 19.26 Wita.

Selanjutnya, penutupan operasional bandara Sam Ratulangi diperpanjang selama 12 jam hingga 19 April pukul 18.00 Wita, hari ini. Hal tersebut berdasarkan informasi Notice to Airmen (NOTAM) nomor A1010/24 NOTAMR A1009/24.

Penutupan sementara operasional Bandara Sam Ratulangi berdasarkan pertimbangan masih adanya abu vulkanik di airways dan hasil paper test menunjukkan positif Volcanic Ash (VA).

Hasil pengamatan visual Julius Rampolii dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada Jumat (19/4) Gunung api Ruang terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I.

“Teramati asap kawah utama berwarna putuh dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-750 meter dari puncak,” tulis Julius melalui website https://magma.esdm.go.id. Tingkat aktivitas Gunungapi Ruang level IV (Awas).

Exit mobile version