Darilaut – Tidak banyak warisan bernilai sejarah yang ada di Kota Gorontalo. Salah satunya, pohon tua yang berada di samping Kantor Pos Kota Gorontalo, di jalan 23 Januari, Kelurahan Ipilo.
Di dekat pohon tua itu, di halaman Kantor Pos menyimpan nilai sejarah yang dikenal sebagai tempat peristiwa 23 Januari yang diproklamirkan pada tahun 1942.
23 Januari 1942, tercatat sebagai tanggal bersejarah yang hingga kini dikenal sebagai Hari Patriotik atau Hari Proklamasi Gorontalo.
Seperti yang terlihat dari foto-foto, kondisi terkini, pohon tua di samping Kantor Pos Kota Gorontalo mulai ditebang.
Pohon tua yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu di pusat Kota Gorontalo yang menyimpan beragam peristiwa.
Pohon tua bukan hanya memiliki nilai sejarah, akan tetapi ada warisan budaya dan nilai estetika.
Bukan hanya pohon tua, pohon lainnya yang ada juga patut untuk terus dipertahankan. Di tengah kondisi untuk menjaga suhu panas, menanam pohon perlu terus digalakkan dan meningkatkan ruang hijau. Hal ini dapat mengurangi risiko panas.
Ruang hijau dan alam dapat mengurangi risiko panas dan penyakit akibat panas.
Sebuah studi di jurnal Nature Medicine menemukan bahwa di Eropa saja, ada lebih dari 61.000 kematian terkait panas, di musim panas lalu, dan banyak terjadi di kota-kota.
Karena itu, mempertahankan pepohonan dan menanam pohon di jalan-jalan akan memberi manfaat bagi banyak orang.
Data Program Lingkungan PBB (UNEP) di hari cerah yang normal, satu pohon dapat mentranspirasikan beberapa ratus liter air, yang merupakan efek pendinginan yang setara dengan dua AC domestik yang beroperasi selama 24 jam.
Saat planet ini menghangat, permintaan dunia akan AC (Air Conditioner) sebagai penyejuk udara akan melonjak.
Dengan adanya pepohonan dan ruang hijau merupakan salah satu solusi yang saling menguntungkan.
Pohon tidak hanya memberikan keteduhan dan mengurangi biaya AC. Tetapi juga mendinginkan udara di sekitarnya dengan melepaskan air melalui daunnya. Mirip dengan manusia, tetap sejuk dengan berkeringat.
Di Jepang, Organisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan atau The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memperingatkan Pemerintah Metropolitan Tokyo, untuk tidak menghancurkan pepohonan.
Banyak pohon tua yang terus dipertahankan di banyak kota, tidak hanya di Indonesia, tetapi di banyak negara lainnya.
Pohon Tua juga tidak bisa dibiarkan tumbuh begitu saja. Perlu ada upaya mitigasi, seperti dengan selalu memonitor dan memeriksa keberadaan kondisi pohon.
Seperti dengan memotong ranting-ranting pohon di ruang publik, yang tumbuh di pinggir jalan. Apalagi, ranting pohon yang sudah mencapai rumah. Ini perlu dirapikan dengan memotong ranting pohon. Bukan menebang pohonnya.
Banyak manfaat memotong ranting pohon, salah satunya mengurangi beban di saat hujan lebat maupun angin kencang terjadi.
Begitupula jika pohon itu sudah keropos, lapuk di dalam, ini tentunya akan membahayakan saat hujan lebat dan angin kencang karena berpotensi tumbang.
Pohon tua yang mulai ditebang di dekat Kantor Pos Kota Gorontalo tidak keropos. Dari titik pusat pohon masih kokoh, seperti terlihat dari foto-foto.
Kota Gorontalo tidak memiliki banyak pohon, apalagi pohon tua. Pohon ini selain sebagai penyejuk di sekitar lokasi di pusat kota, juga pengingat masa lalu yang menyimpan nilai sejarah dan warisan budaya yang tak ternilai harganya. (VM)
