Darilaut – Food and Agricultural Organization of the United Nations (FAO) dan Universitas Kristen Papua (UKIP) Sorong memfasilitasi sosialisasi kesepakatan pengelolaan bersama perikanan puri (teri) di Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan ini bertempat di Balai Pertemuan Kampung Harapan Jaya pada Selasa (5/10).
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat dan masyarakat nelayan pemanfaat perikanan puri serta perwakilan dewan adat ini dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat yang diwakili Auleman Ambafen, selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana.
Kepala Dinas Perikanan Raja Ampat dalam sambutannya mengatakan pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendukung sepenuhnya inisiatif pengelolaan bersama perikanan puri di Misool Selatan.
Hal ini untuk memastikan keberadaan sumberdaya ikan tersebut tetap tersedia untuk penghidupan masyarakat dan juga untuk tetap menjaga keseimbangan ekologi perairan di Misool Selatan.
Menurut Ketua Tim Pelaksana Proyek UKIP-FAO, Dr Stephanus Mandagi, pengelolaan perikanan puri di Misool Selatan sudah menjadi keharusan mengingat keberadaan ikan puri yang berpotensi hilang akibat tangkap lebih yang terjadi dalam 4 dekade terakhir.
Dari hasil kajian yang dilakukan daln 3 tahun terakhir terungkap bahwa stok perikanan puri menunjukan tanda-tanda pemanfaatan yang tidak berkelanjutan. Ikan puri yang ditangkap pada bagan-bagan di wilayah Misool Selatan mulai berada di bawah batas ratio potensi pemijahan.
Artinya, kata Stephanus, ikan puri yang ditangkap sudah berada dibawah ukuran sebelum ikan-ikan itu beregenarasi untuk memperbanyak jumlahnya. Apabila kondisi ini terus terjadi suatu saat ikan puri di Misool Selatan akan habis dan krisis ketersediaan ikan puri akan terjadi.
Stephanus mengatakan dampak yang bisa terjadi adalah berkurangnya pendapatan masyarakat nelayan, serta masalah sosial ekonomi ikutan lainnya dapat terjadi.
Secara ekologi, dapat juga terpengaruh di mana ikan-ikan di perairan sekitar yang memanfaatkan ikan puri sebagai makanan alami akan sehingga keseimbangan dalam rantai makanan akan terganggu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pengelolaan bersama perikanan puri dan perbaikan mata pencaharian masyarakat di Distrik Misool Selatan, yang didukung FAO dan diimplementasikan oleh UKIP Sorong.
FAO melalui UKIP mendukung program prioritas pemerintah dan daerah khususnya dalam upaya melestarikan stok perikanan dan penguatan pengelolaan perikanan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, serta keberlanjutan penghidupan masyarakat nelayan.
