Gambar Alami Topan Muifa, Badai Kategori 2 Ketika Mendekati Zhoushan dan Shanghai

Gambar alami Topan Muifa saat mendekati Zhoushan dan Shanghai, Cina, dengan menggunakan data VIIRS dari NASA EOSDIS LANCE, GIBS/Worldview, dan Suomi National Polar-orbiting Partnership. GAMBAR: EARTHOBSERVATORY.NASA.GOV/JOSHUA STEVENS

Darilaut – NASA Earth Observatory menampilkan gambar alami Topan Muifa, badai kategori 2 ketika mendekati Zhoushan dan Shanghai, pesisir Cina Timur.

Gambar ini diambil tepat pukul 13.00 waktu setempat, pada 14 September 2022. Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit Suomi-NPP memperoleh gambar warna alami Muifa tersebut saat mendekati Cina pesisir.

Pada Rabu (14/9) malam Topan Muifa mendarat di Pulau Zhoushan. Topan ke-12 tahun ini, mendarat di pantai Zhoushan di Provinsi Zhejiang, China timur Rabu malam sekitar pukul 20.30 Rabu.

Kemudian melewati Teluk Hangzhou, dan akhirnya mendarat di Shanghai Kamis pukul 00.30.

Muifa tercatat sebagai badai terkuat yang mencapai Delta Sungai Yangtze, sejak Topan Damrey pada 2012. Diperkirakan 230 juta orang tinggal di sekitar delta tersebut.

Operasi di pelabuhan utama Ningbo dan Shanghai dihentikan. Begitu pula dengan operasi minyak dan gas di Zhoushan.

Lalu lintas kapal ferry dan pelayaran lainnya dihentikan. Kapal penangkap ikan diminta untuk kembali ke pelabuhan. Penerbangan masuk dan keluar di wilayah tersebut dibatalkan.

Kantor berita Xinhua melaporkan pada Rabu pukul 18.30 waktu setempat, lebih dari 1,3 juta penduduk Zhejiang telah dipindahkan untuk menghindari potensi korban.

Hingga Selasa siang, total 11.680 kapal nelayan telah kembali ke pelabuhan.

Sebelum melintasi pesisir Cina Timur, Topan Muifa menghantam Kepulauan Ryukyu Jepang dan Taiwan juga menerima hujan lebat.

Forecasters Internasional dan Ahli Meteorologi Senior AccuWeather, Jason Nicholls, melalui akun Twitter @jnmet, mengatakan, Topan Muifa mendarat di Pulau Zhoushan, Zhejiang, Cina sebagai badai yang setara kategori 2.

“Hujan deras dan hembusan angin yang merusak akan berlanjut di Shanghai hingga Kamis, waktu setempat,” kata Jason.

Media digital SHINE – yang didukung surat kabar berbahasa Inggris terbesar di Tiongkok Timur, Shanghai Daily — Kamis (15/9) melaporkan Biro Meteorologi Shanghai menurunkan peringatan topan ke level terendah, biru, pada Kamis pagi saat Topan Muifa bergerak menjauh.

Kantor pencegahan banjir setempat juga menurunkan tingkat tanggap darurat ke level terendah.

Pukul 06.00 waktu setempat mata topan berada di Nantong, Provinsi Jiangsu, dan akan terus bergerak ke utara.

Hujan dan angin di kota secara bertahap akan mereda pada hari Kamis dengan suhu berkisar antara 23 dan 27 derajat Celcius.

Kekuatan Muifa berkurang menjadi Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm). Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Kamis menginformasikan Muifa terletak 183 km utara-barat laut Shanghai. Sistem ini, selama enam jam terakhir, telah bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 31 km per jam (17 knot).

Muifa diperkirakan akan terus melacak ke arah utara-barat laut diikuti dengan belokan bertahap ke arah utara dan timur laut lebih dari 12 jam. Interaksi sistem ini dengan lahan (daratan) yang signifikan terus melemahkan sistem.

Menurut Observatorium Hong Kong, Kamis, Badai Tropis Parah Muifa berpusat sekitar 210 kilometer timur laut Nanjing.

Diperkirakan bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan sekitar 25 kilometer per jam melintasi wilayah pesisir Cina timur dan melemah secara bertahap.

Mengutip Earthobservatory.nasa.gov musim topan Pasifik Barat membentang sepanjang tahun. Akan tetapi sebagian besar badai biasanya terjadi antara Mei dan Oktober.

Sejauh ini, pada tahun 2022, sebanyak 16 badai tropis telah terbentuk di cekungan, enam di antaranya telah menjadi topan.

Pada 13 September, suhu permukaan laut cukup hangat di Pasifik Barat, yang menyediakan bahan bakar untuk siklon tropis.

Namun, permukaan air di Laut Cina Timur relatif lebih dingin karena lewatnya Hinnamnor sepekan sebelumnya. Hal ini menyebabkan air naik dari kedalaman dan mungkin membuat Muifa tidak semakin intensif.

Sumber: Earthobservatory.nasa.gov, Xinhua (english.news.cn), AccuWeather.com, SHINE (Shine.cn/news),Zoom.earth/JTWC dan Hong Kong Observatory (hko.gov.hk)

Exit mobile version