Darilaut – Pada akhir April 2020, The US Centers for Disease Control and Prevention, memperbarui daftar gejala Covid-19.
Awalnya hanya ada demam, batuk, dan sesak napas sebagai gejala klinis dari Covid-19. Tetapi sekarang menggigil, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan hilangnya rasa atau bau menjadi gejala corona.
Halodoc.com melansir, dengan perkembangan dan penelitian mengenai virus corona, ditemukan ada banyak gejala. Bahkan kemunculan gejala tersebut bisa jadi berbeda tergantung pada usia pasien. Banyak dari gejala-gejala ini terkesan tidak umum.
Pertama, Sensasi Kesemutan
Ketika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik orang sering merasakan sensasi yang berbeda. Beberapa pasien yang terinfeksi corona melaporkan bahwa mereka merasakan rasa terbakar ataupun kesemutan.
Para ahli mengklaim bahwa ini sebenarnya adalah respons dari sistem kekebalan tubuh pasien dan bukan merupakan gejala corona. Virus menyebabkan respons kekebalan tubuh yang beragam.
Sel-sel kekebalan tubuh dapat diaktifkan sehingga banyak bahan kimia dilepaskan ke seluruh tubuh dan itu dapat memicu berbagai sensasi salah satunya adalah kesemutan.
Kedua, Ruam Kaki
Salah satu gejala mengejutkan dari virus corona adalah kemunculan ruam pada jari kaki yang menyerupai chilblains. Dapat ditemukan di sisi atau telapak kaki dan dalam beberapa kasus juga terlihat di tangan dan jari.
Ketiga, Sakit Kepala dan Pusing
Meskipun gejala-gejala ini bukan yang umum dari virus, tetapi para ahli mengatakan itu mungkin merupakan “konsekuensi dari virus”. Di China, sebuah penelitian dilakukan terhadap 214 pasien dan ditemukan bahwa lebih dari sepertiganya mengalami sakit kepala dan pusing. Komplikasi neurologis sejatinya adalah konsekuensi dari virus.
Keempat, Mata Merah Muda atau Konjungtivitis
Royal College of Ophthalmologists dan College of Optometrists mengatakan bahwa pada infeksi saluran pernapasan atas dapat mengakibatkan konjungtivitis virus. Konjungtivitis ini bisa menjadi akibat dari komplikasi sekunder coronavirus. Tidak menjadi salah satu gejala utama, tetapi konjungtivitis disinyalir adalah gejala tambahan.
Kelima, Nekrosis atau livedo
Livedo adalah kematian jaringan tubuh karena kurangnya pasokan darah yang dapat menyebabkan perubahan warna pada kulit. Sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa enam persen dari 375 kasus virus corona mengalami gejala ini.
Kulit dapat muncul dalam pola seperti renda atau terlihat berbintik-bintik dan memiliki area yang berbeda warna. Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada pasien lansia dan mengalami kasus yang parah.
Keenam, Masalah Gastrointestinal
Para peneliti di California, yang menerbitkan studi mereka terhadap 116 pasien COVID-19 dalam Journal Gastroenterology pada bulan April. Dalam jurnal tersebut, disebutkan kalau 32 persen orang yang terinfeksi corona mengalami gejala gastrointestinal ringan meliputi hilangnya nafsu makan, mual, dan diare.
Ketujuh, Delirium
Pada pasien yang lanjut usia (manula) yang terinfeksi Covid-19 juga ditemukan gejala delirium alias disorientasi dan kebingungan.*
Sumber: Halodoc.com
