Darilaut – Gempa dahsyat berkekuatan 6,9 SR yang mengguncang Cebu, Filipina, menewaskan lebih dari 60 orang. Gempa sangat kuat tersebut terjadi pada Selasa (30/9) pukul 21.59 waktu setempat, . Selasa.
Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) dan Kantor Pertahanan Sipil memimpin koordinasi semua instansi pemerintah untuk memastikan upaya bantuan dan penyelamatan yang cepat dan terorganisir.
Provinsi Cebu telah ditetapkan dalam status bencana setelah gempa besar yang merenggut lebih dari 60 nyawa.
Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. pada hari Rabu (1/10) mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang mengkaji tingkat kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,9 skala Richter yang melanda Kota Bogo, Cebu pada Selasa malam.
Dalam sebuah wawancara media selama kunjungannya ke Kota Masbate, Marcos mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr., yang memimpin NDRRMC, terbang ke Cebu untuk mengevaluasi dampak gempa kuat tersebut.
Marcos juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk membantu para pengungsi.
“Kami masih mengkaji kerusakan di sana, tetapi gempanya sangat kuat,” kata Marcos.
Marcos telah menginstruksikan instansi pemerintah terkait untuk memberikan bantuan tepat waktu dan segera ke daerah-daerah terdampak gempa.
Marcos mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi imbauan pemerintah daerah.
Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kanada di Manila pada hari Rabu menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung tanggap darurat Filipina menyusul gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter yang melanda Cebu utara pada 30 September.
Sebelumnya, Gubernur Cebu Pamela Baricuatro mengimbau sektor swasta dan individu untuk membantu menyediakan makanan hangat dan makanan siap saji bagi para korban gempa bumi, terutama mereka yang berada di Cebu utara.
