Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

redaksi
17 April 2026
Kategori : Berita
0
Konsentrasi Parasetamol di Teluk Jakarta Tinggi

Teluk Jakarta. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Teluk Jakarta termasuk salah satu perairan dengan tingkat eutrofikasi yang sangat tinggi. Kondisi ini dipicu oleh masukan nutrien dari limbah domestik dan industri.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Oseanologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Afdal, menyoroti kondisi eutrofikasi di Teluk Jakarta yang semakin kompleks akibat tekanan aktivitas manusia dan perubahan lingkungan global.

“Teluk Jakarta termasuk perairan dengan tingkat eutrofikasi yang sangat tinggi secara global, yang dipicu oleh masukan nutrien dari limbah domestik, industri, serta aliran sungai dari wilayah sekitarnya,” kata Afdal dalam kegiatan IMBF Webinar Series 2026 yang digelar BRIN pada Kamis (16/4).

Afdal membawakan materi berjudul “Development of a Diagnostic System for Eutrophication in Jakarta Bay to Improve Resilience to Global Change”.

Akumulasi nutrien tersebut memicu peningkatan produktivitas fitoplankton secara berlebihan.

Fenomena algal bloom atau ledakan populasi alga tercatat berulang, antara lain pada tahun 2004, 2009, 2011, dan 2015, yang menunjukkan bahwa permasalahan eutrofikasi di Teluk Jakarta bersifat kronis dan berulang.

Afdal menjelaskan bahwa dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa peningkatan konsentrasi klorofil-a, tetapi juga penurunan kualitas lingkungan perairan yang signifikan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Alga BerbahayaBRINEutrofikasiLedakan AlgaProf. Ario DamarTeluk Jakarta
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Next Post

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
1.984 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2026 di UNG

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi "Unggul"

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Agar Sidat Tetap Lestari

Banjir Rendam 20 Desa di Aceh Jaya

AHEC 2023 Menghasilkan Sejumlah Rekomendasi untuk Memperkuat Peran Perguruan Tinggi ASEAN

Temuan Kapal Endurance di Antartika Hadiah untuk Masa Depan

Peneliti Pola Gerak Hiu yang Hilang Perairan Gili Tepekong Belum Ditemukan

Memulihkan Padang Lamun

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.