Darilaut – Gempa bumi kuat di Laut Maluku Magnitudo (M) 7,6, pada Kamis (2/4) pagi, berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan tsunami tersebut telah terdeteksi 0,2m di Bitung, Sulawesi Utara, dan 0,3 m di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Status peringatan Siaga di Ternate, Halmahera, Kota Tidore di Maluku Utara. Kemudian di Kota Bitung, Minahasa Utara bagian utara, dan Minahasa Tenggara.
Untuk status Siaga, pemerintah propinsi/kab/kota yang berada pada status “Siaga” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
Waspada Minahasa Utara bagian selatan, Kepulauan Sangihe dan Bolaang Mongondow bagian selatan.
Status Waspada berarti pemerintah propinsi/kab/kota yang berada pada status “Waspada” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.
Gempa Laut Maluku ini getaraannya dirasakan di Ternate Maluku Utara V-VI MMI (Modified Mercalli Intensity).
Gempa berpotensi tsunami tersebut juga dirasakan di Ibu V MMI, Manado IV-V MMI, Gorontalo – Bone Bolango – Gorontalo Utara III MMI, kata BMKG.
Gempa yang terletak 129 km Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, tersebut berada di kedalaman 62 km.
BMKG menyarankan untuk mengikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB dan BMKG.
