Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Pelabuhan Mabila di Pulau Balut Filipina Selatan rusak parah, dengan retakan dan celah besar, setelah gempa bumi magnitudo 7,8 melanda wilayah tersebut pada hari Senin 8 Juni 2026. FOTO: PPA/PNA

Darilaut – Dalam seminggu, sejak gempa bumi lepas pantai Sarangani berkekuatan magnitudo 7,8 pada Senin (8/6) pagi terus menghasilkan gempa susulan.

Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) hingga Senin (15/6), Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mencatat 6.144 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,2 hingga 6,4.

Setidaknya 1.473 gempa susulan telah terlokalisasi, dan 78 dirasakan, kata Phivolcs.

Setelah gempa berkekuatan 7,8 yang mengguncang sebagian Mindanao pada 8 Juni lalu, deformasi (perubahan bentuk) tanah terlihat di wilayah Sarangani dan General Santos City.

Berdasarkan penilaian udara dan darat, tanah longsor, retakan tegangan, amblesan jalan, dan longsoran batu terlihat di beberapa wilayah di Sarangani, Davao Occidental dan General Santos City, Glan dan Malapatan, Sarangani, sebagian Jalan General Santos dan T’boli, serta beberapa bagian Jalan Pesisir Barat Sarangani-Davao, kata Direktur Phivolcs Teresito Bacolcol.

“Tempat-tempat dengan retakan tegangan mungkin runtuh, terutama saat hujan lebat,” kata Bacolcol sambil menegaskan kembali bahwa warga dan unit pemerintah daerah (LGU) harus didesak untuk mengungsi.

Bacolcol mengatakan bahwa orang-orang dari daerah yang terkena dampak tanah longsor harus memperhatikan imbauan dari LGU, dan waspada terhadap retakan baru atau pergerakan lereng.

“Bersiaplah untuk mengungsi jika diperlukan,” katanya.

Gempa Darat

Pada Senin malam gempa darat mengguncang ujung selatan Pulau Mindanao, dekat Sarangani.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa yang terjadi Senin pukul 22.30.22 Wita (22.30.22 WIB) magnitudo 5,7 berada di kedalaman Kedalaman 10 km.

Titik koordinat lokasi gempa 5,60 LU – 125,39 BT. Pusat gempa berada didarat 209 barat laut Pulau Karatung, kata BMKG.

Sebelumnya, Senin (15/6) sore gempa bumi di laut terjadi M6,2 pada pukul 16.18.40 WIB atau 17.18.40 Wita.

BMKG mengatakan pusat gempa berada di laut 139 km barat laut Pulau Karatung.

Gempa berada di kedalaman 93 km, dengan lokasi koordinat 5,99 LU – 126, 83 BT.

Exit mobile version