Sebanyak 2.000 keluarga atau 10.000 individu berada di dalam 34 pusat evakuasi.
Sedangkan untuk kerusakan, Mariano mengatakan total 725 fasilitas infrastruktur dilaporkan rusak.
OCD mengatakan perkiraan kerusakan infrastruktur mencapai sekitar PHP1 miliar, sementara jumlah rumah yang rusak mencapai 54.000, termasuk 44.100 rumah yang rusak sebagian dan 9.900 rumah yang rusak total.
Sulawesi Utara
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa gempa Sarangani berdampak pada 249 kepala keluarga, 1.160 jiwa mengungsi, 249 unit rumah rusak dan 26 bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Tabukan Utara, Kendahe, Tatoareng, Manganitu, Manganitu Selatan dan Tabukan Selatan Tenggara di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kemudian Kecamatan Rainis di Kabupaten Kepulauan Talaud; serta Kecamatan Likupang Barat di Kabupaten Minahasa Utara. Dampak gempa juga dirasakan di Kota Manado.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan status tanggap darurat sejak hingga Sabtu (21/06).
BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan, asesmen serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.




