Jika tren ini terus berlanjut, tanaman bergizi, seperti buah-buahan, kacang-kacangan, dan banyak tanaman sayuran akan semakin tergantikan oleh tanaman pokok seperti beras, jagung, dan kentang, yang pada akhirnya akan mengakibatkan pola makan yang tidak seimbang.
Praktik pertanian yang intensif, perubahan penggunaan lahan, penanaman tunggal, pestisida, dan suhu yang lebih tinggi yang terkait dengan perubahan iklim semuanya menimbulkan masalah bagi populasi lebah dan, lebih jauh lagi, kualitas makanan yang kita tanam.
Menyadari dimensi krisis penyerbukan dan kaitannya dengan keanekaragaman hayati dan penghidupan manusia, Konvensi Keanekaragaman Hayati telah menjadikan konservasi dan pemanfaatan penyerbuk secara berkelanjutan sebagai prioritas.




