Gezani Akan Memulai Fase Reorganisasi, Mozambique Bersiap Menghadapi Siklon Tropis

Setelah mendarat di Pulau Madagaskar, siklon tropis Gezani yang telah melemah menjadi gangguan tropis (Tropical disturbance) akan kembali menguat di Mozambique Channel. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Siklon Tropis (Tropical Cyclone) Gezani yang telah melemah menjadi gangguan tropis (Tropical disturbance) setelah melewati Pulau Madagaskar akan memulai fase reorganisasi dan menguat kembali di Mozambique Channel.

Pihak berwenang Mozambik telah mengaktifkan langkah-langkah kesiapsiagaan peringatan dini siklon tropis Gezani.

Saat ini Gezani terletak Mozambique Channel bergerak ke barat daya dengan jarak 776 km timur Beira atau 1230 km timur laut Maputo ibu kota Mozambik.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center/JTWC) mengatakan Gezani akan memulai fase reorganisasi.

Setelah bertemu dengan lingkungan yang sangat menguntungkan berupa suhu permukaan laut yang tinggi, geser angin yang rendah (5–10 knot), dan saluran aliran keluar yang baik di lapisan atas, periode penguatan kembali yang stabil diperkirakan akan terjadi, kata JTWC.

JTWC memperkirakan Gezani akan mencapai intensitas puncak 140–150 km per jam (75–80 knot) sekitar 2 hingga 3 hari lagi, diikuti oleh periode pelemahan segera setelahnya.

Berkaitan dengan intensitas, kata JTWC, semua panduan yang tersedia menunjukkan intensifikasi yang signifikan selama 2 hari ke depan, diikuti oleh perlambatan selama 24 jam, dan puncak pelemahan stabil setelahnya.

Prakiraan intensitas jangka panjang dinilai dengan kepercayaan sedang, karena ketidakpastian yang terkait dengan prediksi lintasan, serta kecepatan di atas air akan menentukan laju dan mekanisme pelemahan, menurut JTWC.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) mengkhawatirkan dampak terberat angin kencang dan hujan lebat di Madagaskar dan Mozambik.

OCHA melaporkan Madagaskar dan Mozambik menghadapi risiko tertinggi, dengan daerah pesisir dan dataran rendah diperkirakan akan menanggung dampak terberat dari angin kencang, gelombang badai, dan curah hujan lebat.

Siklon Tropis Gezani yang mendarat di pantai timur Madagaskar meninggalkan kehancuran dan kerusakan parah, serta menewaskan 31 orang.

Gezani mendarat tepat di pesisir Toamasina pada Selasa (10/2) malam. Sebelum mendarat sistem ini telah menguat menjadi siklon tropis yang intens (intense tropical cyclone) di Samudra Hindia.

Daerah pesisir dan dataran rendah berada pada risiko tertinggi, dengan dampak sekunder diperkirakan dapat terjadi di sebagian wilayah Mozambik tengah dan selatan pada tanggal 13 Februari.

Melansir Apanews.net, pihak berwenang Mozambik telah mengaktifkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan peringatan dini saat Badai Tropis Gezani bergerak melalui Mozambique Channel.

Peringatan tersebut mencakup beberapa provinsi di wilayah tengah dan selatan, termasuk Sofala, Inhambane, dan Gaza di mana hujan lebat, angin kencang, dan banjir diperkirakan akan terjadi.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Selasa (10/2) malam, Institut Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (INGD) dan Pusat Operasi Darurat Nasional (CENOE) mendesak warga di distrik-distrik yang berisiko untuk memperkuat rumah mereka, menyiapkan perlengkapan bertahan hidup, dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang setempat.

Angin kencang di Mozambik. FOTO: APANEWS.NET

Komite penanggulangan bencana setempat telah diinstruksikan untuk membantu relokasi jika diperlukan, dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, dan penyandang disabilitas.

Pusat-pusat akomodasi sedang disiapkan untuk memastikan akses ke air, sanitasi, dan layanan dasar.

Direktorat Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air telah memperingatkan bahwa hingga satu juta orang dapat terdampak jika Gezani semakin menguat.

Mozambik termasuk di antara negara-negara yang paling rawan siklon di dunia, dengan badai seperti Idai (2019), Kenneth (2019), dan Freddy (2023) yang menyebabkan kerusakan luas dalam beberapa tahun terakhir.

Suhu laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat daya dan infrastruktur pesisir yang rapuh membuat negara ini sangat rentan terhadap peristiwa cuaca ekstrem.

Sejak awal musim hujan pada bulan Oktober, Mozambik telah mencatat 202 kematian, 291 cedera, dan lebih dari 850.000 orang terdampak banjir dan badai, menurut INGD.

Exit mobile version