Darilaut – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) November 2025 yang menunjukkan inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,21 persen. Kenaikan ini sejalan dengan tren harga sejumlah komoditas strategis, khususnya dari kelompok perawatan pribadi serta makanan, minuman, dan tembakau.
Data BPS mencatat IHK Provinsi Gorontalo meningkat dari 106,00 pada November 2024 menjadi 108,34 pada November 2025, yang menandakan adanya pergerakan harga di berbagai kelompok pengeluaran rumah tangga. Di tingkat wilayah, Kabupaten Gorontalo mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 2,34 persen, disusul Kota Gorontalo sebesar 2,04 persen.
Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi
Inflasi di Gorontalo terutama dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada tujuh kelompok pengeluaran, dengan penyumbang tertinggi berasal dari:
1. Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (8,06 persen)
Kelompok ini menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,60 persen. Komoditas paling dominan adalah emas perhiasan, yang menyumbang 0,57 persen terhadap inflasi y-on-y. Selain itu, produk perawatan seperti krim wajah dan sampo juga memberikan kontribusi meski dalam porsi kecil.
2. Makanan, Minuman, dan Tembakau (3,71 persen)
Kelompok ini memberikan andil 1,33 persen, terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas perikanan seperti ikan selar/tude, ikan layang, dan ikan cakalang, serta komoditas pangan seperti beras.
Di sisi lain, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga memberikan efek deflasi, misalnya cabai rawit, bawang merah, dan cumi-cumi.
3. Pendidikan (2,03 persen)
Kenaikan terjadi di seluruh subkelompok pendidikan, termasuk pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Komoditas yang paling berpengaruh adalah biaya akademi/perguruan tinggi.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga mencatat inflasi 1,97 persen dengan kontribusi terbesar dari makanan siap santap seperti nasi lauk dan kue berminyak.
Kelompok Pengeluaran Penyumbang Deflasi
Beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga dan berkontribusi menahan laju inflasi:
- Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga (-2,52 persen)
Penurunan terutama berasal dari turunnya harga sabun deterjen bubuk serta beberapa barang rumah tangga.
- Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan (-1,58 persen)
Turunnya harga telepon seluler menjadi faktor utama kelompok ini mencatat deflasi. - Rekreasi, Olahraga, dan Budaya (-0,86 persen)
Penurunan indeks terutama dipengaruhi oleh komoditas buku tulis dan makanan hewan peliharaan. - Kesehatan (-0,12 persen)
Meski penurunannya kecil, kelompok ini tetap memberikan kontribusi pada deflasi berkat turunnya harga obat-obatan.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (November 2024), inflasi Gorontalo naik cukup signifikan dari 0,27 persen menjadi 2,21 persen pada November 2025, menandakan peningkatan tekanan harga dalam satu tahun terakhir.
Sementara itu, tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada November 2025 mencatat deflasi sebesar 0,24 persen, dipengaruhi penurunan harga komoditas seperti cabai rawit, beras, dan bawang merah. Meski demikian, secara year-to-date (y-to-d), inflasi masih tercatat meningkat sebesar 1,63 persen.
Rilis BPS Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa dinamika harga pada November 2025 cukup stabil dengan tekanan inflasi yang masih dalam kategori terkendali. Kenaikan harga kelompok perawatan pribadi dan komoditas pangan laut menjadi faktor dominan, sementara turunnya harga barang rumah tangga dan perangkat komunikasi membantu meredam inflasi.
Data ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi menjelang akhir tahun, terutama pada sektor pangan dan jasa rumah tangga yang memberikan kontribusi terbesar.
