Darilaut – Dari 75 orang pendaki Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat, korban selamat sebanyak 52 orang dan 23 orang meninggal dunia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Ichwan Pratama Danda mengkonfirmasi bahwa korban terakhir yang ditemukan meninggal dunia telah teridentifikasi, maka dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, operasi SAR gabungan rencananyaa akan ditutup.
Kendati demikian, kata Ichwan, BPBD Kabupaten Agam akan tetap mengaktifkan posko tanggap darurat.
Pembukaan posko tersebut bertujuan agar apabila ada pihak yang masih mencari anggota keluarganya dapat berkoordinasi lebih lanjut di posko tersebut.
Menurut Ichwan, untuk BPBD, posko tanggap darurat masih akan diaktifkan dalam situasi darurat ini. Apabila ada keluarga yang mencari anggota keluarganya bisa ke posko ini dengan membawa data valid.
Untuk menghindari miskomunikasi, disarankan untuk datang langsung ke posko, tidak melalui telepon.
Sementara itu, pihak BPBD juga direncanakan akan berkoordinasi dengan lintas instansi mulai dari instansi yang menangani sektor pertanian, kehutanan, hingga kesehatan guna menangani dampak lanjutan dari erupsi Gunung Marapi ini.
Hingga Rabu (6/12) pukul 21.00 WIB, tercatat total korban jiwa yang meninggal dunia mencapai 23 jiwa. Berikut daftar korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi:
- Muhammad Adan/21th/L
- Muhammad Teguh Amanda/19th/L
- Nazahra Adzin Mufadhol/22th/L
- Muhammad Alfikri/19th/L
- Nurva Afitri/27th/P
- M. Wilki Syaputra/20th
- Divo Suhandra/26th
- Afranda Junaidi/26th
- Wahlul Alde Putra/19th
- Riski Rahmat Hidayat/20th
- Reyhani Zahra Fadli/18th
- Filhan Alfiqh Faizin/18th
- Aditya Prasetyo/20th
- Yasirli Amri/20th
- Irfandi Putra/21th
- Muhammad Iqbal/23th
- Ilham Nanda Bintang/21th
- Novita Intan Sari/39th
- Lenggo Baren/19th
- Zikri Habibi/19th
- Liarni/22th
- Frengki Chandra Kusuma/23th
- Siska Alfina
Gunung api Marapi meletus pada Minggu (3/12) masih tetap pada Level II (Waspada).
Dengan kondisi pada Level II, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) – Badan Geologi merekomendasikan, pertama, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung (wisatawan) tidak diperbolehkan melakukan kegiatan atau mendekati Marapi pada radius 3 km dari kawah (puncak).
Masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan gunung api dan diharapkan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
