Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Survei ikan karang dan terumbu karang di Halmahera, Maluku Utara. FOTO: GR ALLEN

Darilaut – Guru Besar Fakultas Teknobiologi Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY), Prof. Ign Pramana Y, Ph.D bersama tim saat ini tengah melakukan riset tentang biodiversitas (biodiversity) di Indonesia.

Menurut Prof. Pramana, isu soal biodiversitas masih belum banyak yang diangkat ke media.

Isu biodiversity atau keanekaragaman hayati yang terjadi saat ini adalah ancaman populasi flora maupun fauna serta kerusakan habitat alami yang nantinya bisa mengancam keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan.

“Kami melihat, masih ada media yang ketika mengangkat isu biodiversitas itu kurang tepat mencari narasumber sehingga informasi yang sampai di masyarakat menjadi kurang kredibel,” ujarnya.

Lewat kerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini “kami berharap masyarakat makin paham pentingnya isu biodiversitas di Indonesia,” ujar guru besar yang dikenal sebagai pakar burung di Indonesia.

Langkah yang sekarang sedang diupayakan adalah mengajak wartawan di wilayah DIY, Jateng, dan Jatim untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan lewat pelatihan dan turun ke lapangan.

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta mendorong dunia media dan dunia akademik dapat bersinergi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Hal ini tertuang dalam penandatanganan kerja sama pada Jumat (10/4).

Penandatanganan nota kesepahaman antara AMSI dengan UAJY diwakili oleh Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika dengan Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto SH, LLM di auditorium Kampus 4 UAJY.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika mengatakan kerja sama AMSI dengan UAJY menjadi momentum lahirnya sebuah kerangka kerja sama (framework) yang kokoh dan memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi, baik dari sisi akademik maupun media.

Menurut Wahyu, media tidak menutup mata terhadap keresahan masyarakat saat ini mengenai kredibilitas informasi di ruang digital.

Ketua Departemen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY, Mario Antonius Birowo, Ph.D, mengatakan, menghadapi tantangan ke depan, Departemen Komunikasi UAJY akan berfokus pada penguatan eksistensi media.

“Kami percaya bahwa media harus tetap ada dan relevan. Oleh karena itu, tugas utama kami adalah meyakinkan kembali generasi ini agar terlibat aktif dalam menjaga ekosistem media agar tetap eksis,” ujarnya.

Di sisi lain, Ilmu Komunikasi UAJY menyadari bahwa teknologi akan terus berkembang pesat, termasuk kehadiran Artificial Intelligence (AI). Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengenal teknologi baru tersebut, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkannya demi kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar kepentingan pribadi.

Kemitraan dengan AMSI menjadi bagian strategis bagi Departemen Komunikasi sebagai tempat belajar yang berkelanjutan.

“Fokus kami adalah menyiapkan mahasiswa yang memiliki prinsip bahwa informasi harus akurat dan kredibel. Mengapa? Karena informasi adalah instrumen krusial bagi masyarakat dalam mengambil keputusan dan bertindak,” ujarnya.

Exit mobile version