Selain memfokuskan penyisiran pada koordinat terdekat, tim SAR gabungan juga aktif menjalin komunikasi serta membagikan informasi sektor SAR kepada kapal-kapal niaga maupun kapal melintas lainnya.
Setelah ditemukan, pelampung tersebut langsung dibawa menuju ke posko untuk diidentifikasi. Hingga saat ini, TNI AL dan Tim SAR Gabungan tidak berspekulasi karena belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak.
Dalam pencarian ini, TNI AL mengerahkan berbagai unsur dan armada patroli meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RHIB Peucang Lanal Banten, RHIB 02 Banten, RHIB 02 Lampung. Selain itu, unsur SAR dan instansi gabungan yang meliputi KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa, KP Sanjaya, dan KP Hayabusa.
Sebelumnya, hari ke-3 Kamis (10/7) KAL Anyer I-3-64 menemukan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, yaitu perairan yang berada di dekat Anyer, Banten. Hari ke-4 pencarian Jumat (11/9, TNI Angkatan Laut di KAL Anyer menemukan sebuah pelampung yang mengapung di perairan Anyer.
Pada Sabtu (12/9) hari ke-5 pencarian tim SAR menemukan jeriken minyak berwarna biru.



