Sumbangsih para pelaut dunia, termasuk pelaut Indonesia sangat besar terhadap sektor perekonomian.
Hal tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia sebagai negara yang terdampak pandemi Covid 19, hingga kini tidak mengalami kesulitan bahan pokok penting dan logistik. Logistik di Indonesia terus dapat berjalan lancar dan normal.
Pelaut memiliki peran penting dan strategis sebagai penggerak kelancaran perpindahan orang dan barang, menjamin komoditas di dunia berjalan dengan aman, lancar dan selamat sampai tujuan.
Walau pun di masa pandemi ini mereka menghadapi banyak kesulitan dan ketidakpastian, mulai dari sulitnya akses masuk ke Pelabuhan sampai proses pergantian awak dan repatriasi.
Banyak Pelaut yang sudah berbulan-bulan tidak pulang ke rumah, dan tidak mendapatkan kepastian kapan mereka dapat kembali karena adanya pembatasan perjalanan.
Karena itu, Kementerian Perhubungan selalu berupaya untuk membantu dengan memfasilitasi proses repatriasi para anak buah kapal (ABK), yang juga merupakan Pelaut.
“Ini adalah wujud dukungan kami yang sudah selayaknya mereka dapatkan sehingga mereka dapat terus memberikan layanan vital mereka untuk menjaga perdagangan dunia terus bergerak,” kata Agus.
Hari Pelaut Sedunia pertama kali diperkenalkan pada Amandemen Manila bulan Juni 2010 yang mengadopsi revisi besar terhadap Konvensi STCW dan Kode terkait.





Komentar tentang post