Jakarta – Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja mengatakan, hasil riset dan inovasi BRSDM harus dapat dimanfaatkan, baik untuk stakeholder maupun masyarakat.
“Dalam rangka memberikan pelayan pada masyarakat, butuh masukan agar data yang dimiliki BROL (Balai Riset Observasi Laut) sempurna, serta data yang disajikan sudah tepat dengan kebutuhan pengguna,” kata Sjarief saat membuka Stakeholder Meeting Pemanfaatan Data dan Informasi Hasil Penelitian BROL melalui Sistem Prediksi Informasi Kelautan (SIDIK), di GMB IV KKP, Jumat (9/8) pekan lalu.
Pertemuan ini untuk mewujudkan penghiliran data dan informasi riset yang tepat sasaran, merangkum respon balik dan memberikan nilai tambah bagi arah penggunaan yang terpadu. Selain itu, mengidentifikasi pemanfaatan data dan informasi hasil riset.
Sjarief juga mendorong BROL untuk meningkatkan data dan pengguna SIDIK dengan melakukan roadshow ke berbagai instansi.
Kepala BROL, I Nyoman Radiarta mengatakan, respon balik terhadap penggunaan data dan informasi hasil riset BROL oleh stakeholders atau pengguna data menjadi ide pokok dalam pengembangannya di kemudian hari. Kebutuhan akan hal tersebut juga memiliki peluang terjalinnya kerja sama yang komprehensif.
Menurut Radiarta, selain sebagai penjabaran wawasan ilmiah bagi kontribusi antar pihak, kerja sama dibidang riset kelautan dan perikanan sangat diperlukan untuk menciptakan kebijakan terhadap pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang lebih baik.
SIDIK adalah sebuah sistem informasi yang menampilkan data-data dan informasi (datin) hasil riset dan observasi yang telah dilakukan BROL secara daring. SIDIK berisi data informasi hasil riset BROL meliputi, Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI), Pasang Surut, Mangrove, Mutu Estuari Perancak dan data Insitu.
Pengembangan SIDIK ke depan adalah penambahan fitur data dan informasi yang dihasilkan dari observasi hasil cruise, baik cruise yang diselenggarakan oleh BROL maupun hasil kerja sama dengan pihak lain. Fitur ini akan bernama Ocean Monitoring Information System (OMIS).
Dengan SIDIK harapannya akan menjadi gerbang BROL tergabung dalam NODC (National Observation Data Center), dan dalam level international menuju INAGOOS.*
