Pada titik ini tim peneliti melihat profil hiu besar dengan panjang kira-kira 5 meter. Pangkal sirip punggung dan insang menunjukkan tanda-tanda serangan paus.
Hiu ini berenang perlahan dan masih terlihat agak bingung di permukaan. Pietro Pecchioni dan Carla Benoldi seperti dikutip dari Floridamuseum.ufl.edu, mengatakan ”Kami telah menemukan spesimen hiu Megamouth (Megachasma pelagios) yang sangat langka!.”
Terdapat catatan bahwa penampakan hiu megamouth di TN Bunaken adalah rekor yang ke 13. Nomor 12 ditangkap pada 23 April 1998 di perairan selatan Jepang. Lokasi ini sangat dekat dengan hiu megamouth nomor 10 yang ditemukan sebelumnya.
Megachasma pelagios nomor 11 dilaporkan di Cagayan de Oro, Filipina, pada 21 Februari 1998.
Kemunculan hiu Megamouth di perairan Nain, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi pada Agustus 1998 termasuk jarang terjadi. Selama ini yang dilaporkan karena terdampar atau masuk jaring ikan.
Belum ada penjelasan lebih jauh apakah paus sperma tersebut benar-benar menyerang hiu Megamouth atau karena rasa ingin tahu.
Hiu megamouth adalah hewan laut dalam pemakan plankton. Sangat jarang untuk bertemu dan mengamati spesies ini di dekat permukaan.
Pantai Gapang Pulau Weh
Ikan hiu mulut besar ini biasanya muncul di malam hari, mengikuti mangsa krustasea kecil. Paus sperma biasanya dianggap sebagai pemakan cumi-cumi.





Komentar tentang post