HUT Kemerdekaan RI Ke-78, Rektor UNG: Perjuangan Diteruskan Melalui MBKM

Upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-78 di halaman Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Kamis (17/8). FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke-78, civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan upacara bendera di halaman Rektorat UNG, Kamis (17/8).

Dalam sambutan, Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan bahwa kemerdekaan yang dirasakan saat ini, merupakan sesuatu yang diperjuangkan dengan seluruh jiwa dan raga.

Perjuangan tersebut harus diteruskan sampai hari ini, melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah digerakkan selama 4 tahun terakhir, kata Rektor.

“Perjuangan kita dalam melaksanakan MBKM semakin menunjukkan, pentingnya gotong royong mewujudkan kemerdekaan dalam sistem pendidikan Indonesia,” ujar Prof. Eduart.

“Kita harus terus melaju melanjutkan semangat para pendahulu, dengan bergerak serentak mewujudkan merdeka belajar.”

Pada hari spesial memperingati kemerdekaan ini, Rektor mengajak kepada seluruh civitas akademika terus berkontribusi dalam mendukung kemajuan bangsa.

Salah satunya melalui kontribusi dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan, melalui kemajuan UNG sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang serta bertransformasi menuju institusi yang independen dan merdeka.

“Selamat memperingati hari kemerdekaan, dirgahayu ke-78 Negara Kesatuan Republik Indonesia, merdeka!,” kata Rektor.

Prosesi upacara pengibaran bendera merah putih dipimpin langsung oleh Rektor sebagai pembina upacara, serta pembacaan teks proklamasi dilakukan ketua senat Prof. Dr. Rauf A Hatu.

Pakaian Adat Berbagai Daerah

Upacara peringatan hari kemerdekaan ke-78 di UNG diwarnai dengan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Pakaian ini dikenakan ratusan civitas akademika baik itu dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa.

Untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-78, civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo mengenakan pakaian adat berbagai daerah di Indonesia. FOTO: HUMAS UNG

Rektor UNG mengenakan pakaian adat. Pada upacara kali ini secara khusus Rektor mengenakan pakaian adat kebanggaan masyarakat Provinsi Gorontalo yakni Takowa.

Menurut Prof. Eduart ragam pakaian adat semakin menegaskan identitas UNG, sebagai miniatur bangsa Indonesia yang terdapat perwakilan lebih dari 31 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia.

“Beragam pakaian adat pada kegiatan ini menunjukkan bahwa kampus kerakyatan UNG bukan hanya milik Gorontalo saja namun merupakan milik Indonesia,” ujar Rektor.

Rektor berharap civitas akademika UNG dapat memiliki semangat persatuan dan kebersamaan yang sama, dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia khususnya kemajuan UNG sebagai perguruan tinggi yang tengah berkembang.

Exit mobile version