Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Angin Kencang: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Selatan.
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Cuaca Terik
Selama periode 16 – 19 Maret 2026, kondisi cuaca terik terpantau di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Banten mencapai 36.4°C, Kalimantan Tengah 35.9°C, Sumatra Utara 35.8°C, Papua Barat 35.6°C, dan Lampung 35.0°C.
BMKG melihat bahwa kondisi cuaca yang terasa lebih panas ini umumnya dipengaruhi oleh faktor gerak semu matahari.
Suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya umumnya dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan yang memungkinkan radiasi matahari diterima permukaan secara lebih optimal, serta kecepatan angin yang relatif lemah sehingga sirkulasi udara tidak berlangsung efektif.
Namun, daerah-daerah lain, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, dengan curah hujan tertinggi terpantau di Jawa Timur sebesar 114 mm/hari, Kalimantan Tengah 96.3 mm/hari, Kalimantan Timur 94.8 mm/hari, Bengkulu 70.6 mm/hari, Kepulauan Bangka Belitung 69.4 mm/hari, dan Sumatera Utara 66.6 mm/hari.




