Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Sketsa pengukuran morfometrik ikan hulu’u di Danau Limboto. GAMBAR: LAMADI et al (2023)/JURNAL BIODIVERSITAS

Darilaut – Ada dua penyebutan nama ilmiah ikan hulu’u di Danau Limboto yang biasa digunakan dalam penulisan: Giuris margaritaceus dan Giuris margariticus.

Nama spesies Giuris margariticus jarang atau tidak ditemukan dalam pencarian di fishbase.se.

Secara umum genus Giuris dikenal secara lokal sebagai ikan hulu’u di Danau Limboto, Provinsi Gorontalo.

Genus Giuris awalnya hanya terdiri dari satu spesies, Giuris margaritaceus. Spesies ini memiliki distribusi yang luas di perairan darat, hilir sungai hingga muara laut.

Distribusi spesies dari genus Giuris yang diketahui di Indonesia adalah G. aporocephalus, G. laglaizei, G. margaritaceus, G. tolsoni, dan G. viator. Lima spesies tersebut memiliki perbedaan morfologis yang kecil.

Arafik Lamadi (Universitas Negeri Gorontalo), Akhsan Fikrillah Paricahya, Feni Iranawati, Maheno Sri Widodo dan Dewa Gede Raka Wiadnya (Universitas Brawijaya) telah melakukan penelitian untuk mengidentifikasi genus Giuris, khususnya G. margaritaceus, di Danau Limboto.

Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan morfologis dan genetik untuk mendapatkan data yang valid untuk konservasi.

Hasil penelitian ini, antara lain, telah dipublikasi di jurnal Biodiversitas, Volume 24, Number 10, Oktober 2023, dengan judul: “Genetic and morphological analysis of complex Giuris group species from Limboto Lake, Gorontalo Province, Indonesia.”

Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa spesimen Giuris dari Danau Limboto dikumpulkan dari Juni 2022 hingga Mei 2023. Dari 662 individu, hasil analisis hubungan panjang dan berat menunjukkan populasi tersebut sedikit alometrik positif.

Hasil pengukuran meristik mengarah ke G. margaritaceus dengan beberapa perbedaan kecil.

Analisis lainnya, yang diidentifikasi sebagai G. margaritaceus atau sinonimnya Ophieleotris aporos, menunjukkan bahwa semua populasi merupakan spesies yang terpisah satu sama lain dengan jarak P lebih dari 2% dan membentuk kelompok terpisah dalam pohon filogenetik dan jaringan haplotip.

Masalah kesalahan identifikasi dalam nama taksonomi G. margaritaceus untuk kelima populasi menunjukkan bahwa mereka berpotensi terpisah menjadi lima spesies yang berbeda, dengan atau tanpa memasukkan G. margaritaceus, dan berpotensi dari spesies yang telah dideskripsikan saat ini atau menjadi spesies baru di masa mendatang.

Kajian penelitian ini menyebutkan bahwa taksonomi G. margaritaceus memiliki masalah dengan luas sebaran spesies ini. Sebaran ini memungkinkan banyak spesies selain G. margaritaceus mengalami kesalahan identifikasi karena pembaruan dalam literatur taksonomi dan kemungkinan bahwa spesies belum dideskripsikan.

Setiap populasi mungkin merupakan spesies yang berbeda secara genetik dari populasi Danau Limboto, dibandingkan dengan populasi di Sulawesi Tengah, dan Filipina.

Terhentinya aliran gen menyebabkan populasi Giuris di Danau Limboto tumbuh secara independen; dari nilai p-distance yang diperoleh, populasi Limboto paling jauh terpisah dari populasi Sulawesi Tengah dan kemudian diikuti secara berurutan oleh populasi Pulau Bali dan populasi Jawa.

Populasi Danau Limboto dan Filipina memiliki nilai p-distance antar populasi terendah, tetapi masih di atas 2%. Potensi spesies Giuris di Filipina sebagai G. laglaizei, G. tolsoni, dan/atau G. margaritaceus; ketiga spesies tersebut tercatat tersebar di Sulawesi.

Namun, spesies populasi Filipina dalam kumpulan data, juga untuk Danau Limboto dan populasi lainnya, masih diragukan, menurut penelitian ini.

Mungkin, G. margaritaceus masih termasuk dalam kumpulan data sebagai suatu populasi, atau tidak termasuk karena potensi ambiguitas dan kesalahan identifikasi yang tinggi untuk setiap populasi dalam kumpulan data.

Status Konservasi

Status konservasi genus Giuris, khususnya spesies G. margaritaceus, satu-satunya spesies yang dinilai dalam Daftar Merah IUCN. Namun ini masih belum mewakili seluruh status konservasi genus Giuris, bahkan untuk G. margaritaceus.

Distribusi G. margaritaceus mencakup berbagai negara, dari Mozambik di Barat hingga wilayah Oseania di Timur dan Taiwan di Utara.

Hasil filogenetik dalam penelitian ini, spesies ini memiliki lebih dari satu spesies dan setidaknya empat spesies di kepulauan Indonesia secara genetik.

Variasi genetik populasi Danau Limboto memiliki nilai Hd di atas 0,5 dan nilai Pi di bawah 0,005, sehingga populasi Danau Limboto dapat dikelompokkan memiliki Hd tinggi dan Pi rendah.

Populasi dengan Hd tinggi dan Pi rendah menunjukkan bahwa populasi tersebut diperkirakan telah mengalami efek penyempitan populasi (bottleneck).

Namun, pertumbuhan populasi mulai terlihat pada mutasi dalam populasi tersebut. Kondisi ini sama dengan populasi Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Sulawesi Tengah.

Populasi Filipina memiliki nilai Hd dan Pi yang tinggi, yang merupakan kondisi terbaik untuk variasi genetik, dengan asumsi bahwa populasi ini telah mengalami sejarah evolusi yang panjang dan telah beradaptasi dengan baik atau terhubung dengan populasi lain.

Tekanan variasi genetik pada populasi Danau Limboto dimungkinkan karena degradasi lingkungan di sekitar area Danau Limboto, pertumbuhan populasi, dan pembangunan bendungan yang dapat menghalangi aliran gen hewan air, termasuk ikan dari genus Giuris.

Populasi Giuris sp. di Danau Limboto menunjukkan betapa kompleksnya genus ini dan betapa jauhnya kesalahan identifikasi pada tingkat spesies saat ini.

Metode morfologi dan genetik untuk mengidentifikasi Giuris, khususnya G. margaritaceus, masih kekurangan data yang valid dan memengaruhi rencana konservasi untuk spesies Giuris, seperti di Danau Limboto, yang diperkirakan mulai tumbuh setelah kualitas kesehatan populasinya menurun.

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa populasi Giuris di Danau Limboto terpisah dari Jawa, Bali, Filipina, dan Sulawesi Tengah, sehingga membutuhkan rencana konservasi yang terpisah dan spesifik.

Exit mobile version