Darilaut – Ikan hulu’u (Giuris margaritaceus) biasanya hidup di perairan tawar, seperti di Danau Limboto, Provinsi Gorontalo. Riset oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan ikan hulu’u –nama lokal Gorontalo– berpotensi menjadi agen terapeutik menjanjikan untuk perawatan luka diabetes.
Penelitian ini dilakukan program studi Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) dan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG.
Para peneliti ini masing-masing Mohamad Aprianto Paneo, Endah Nurrohwinta Djuwarno, Sitty Ainsyah Habibie, Muhammad Taupik, Aditya Naufal Maulana, Nur’Afni Octaviana Hamzah, Rayhan Firman Anasiru, dan Nur Alifia Karina Munafri.
Menurut peneliti, diabetes sering menghadirkan masalah yang jauh melampaui angka gula darah. Salah satu yang paling menyulitkan adalah luka yang sulit sembuh—perlahan menutup, rentan infeksi, dan kerap berujung pada komplikasi serius.
Di tengah tantangan itu, riset UNG ini menghadirkan sebuah ide yang dekat dengan alam dan sumber daya lokal: albumin dari ikan hulu’u.
Albumin dikenal luas sebagai protein penting yang berperan dalam perbaikan jaringan. Namun, penelitian ini tidak berhenti pada gagasan “albumin itu baik”— namun melangkah lebih jauh dengan merancang sebuah produk berbentuk spray gel yang praktis, mudah diaplikasikan, dan tetap nyaman digunakan pada luka: HulDerma Spray.




