Pola ruaya ikan tersebut, kata Prof Agus, terbukti dari pola pergeseran posisi kapal-kapal penangkap ikan yang terdeteksi oleh satelit Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS).
Prof Agus juga menjelaskan fenomena anomali El Nino yang diprediksi akan muncul tahun 2023 ini.
Dari hasil kajian sebelumnya, terungkap bahwa di laut, kejadian El Nino berdampak positif terhadap perikanan laut. Kejadian El Nino berkorelasi kuat dengan munculnya panen raya ikan laut.
Hal ini karena intensitas arus naik ke permukaan yang biasa membawa plankton dan zat hara (upwelling) meningkat drastis. Daerah perikanan seperti Palabuhanratu, Cilacap diharapkan akan segera mendapatkan berkah laut dari kejadian El Nino ini, kata Prof Agus.
Fenomena upwelling sendiri merupakan naiknya air suhu rendah dan kaya nutrien dari kedalaman ke permukaan sebagai respon dari dorongan arus permukaan oleh angin Monsun.
Spots upwelling memiliki produktivitas primer laut tinggi dan berkorelasi produksi perikanan laut tinggi. Prof Agus menyebutkan, lokasi, mekanisme dan periode upwelling di beberapa laut kepulauan nusantara telah berhasil dikuantifikasi.





Komentar tentang post