Indonesia Tetapkan 5,75 Juta Hektare Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Shark ray. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dari 118 kawasan konservasi di Indonesia yang telah ditetapkan KKP, 28 kawasan dengan luas mencapai 5,75 juta hektare merupakan kawasan konservasi dengan hiu dan pari sebagai jenis ikan target konservasi.

“Konservasi hiu dan pari dipandang strategis untuk menjaga kelestarian ekosistem mengingat tingkat pemanfaatannya yang tinggi baik sebagai perikanan target maupun tangkapan samping,” Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Victor Gustaf Manoppo, pada Simposium Nasional Hiu dan Pari Ke-4 di Universitas Indonesia Depok.

Untuk itu, kata Victor, upaya konservasinya mencakup perlindungan habitat maupun pengaturan pemanfaatannya.

Victor mengatakan komitmen Indonesia untuk melindungi dan melestarikan hiu dan pari melalui berbagai kebijakan dan inisiatif. Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain berupa penetapan kawasan konservasi, penetapan status perlindungan dan pengaturan perdagangannya melalui konvensi internasional untuk perdagangan spesies terancam punah (CITES).

Victor berharap semoga hasil-hasil penelitian dan pendataan habitat kritis hiu dan pari yang terkumpul selama simposium dapat direkomendasikan sebagai wilayah-wilayah target perluasan kawasan konservasi laut yang menjadi salah satu agenda prioritas KKP untuk ekonomi biru.

Menurut Dekan Fakultas MIPA Universitas Indonesia Dede Djuhana, keterbatasan data terkait habitat kritis, minimnya pakar taksonomi hiu dan pari serta upaya integrasi dimensi manusia dalam konservasi hiu dan pari menjadi tantangan tersendiri di dunia akademik.

Dede mengatakan FMIPA UI melalui wadah program studi (prodi) Magister Ilmu Kelautan Departemen Biologi, Pusat Studi Kelautan, serta prodi dan pusat riset terkait lainnya, mendorong minat mahasiswa dan staf pengajar untuk mengembangkan berbagai kajian terkait hiu dan pari. Selain itu, berupaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya peran hiu dan pari dalam ekosistem laut sebagai bagian dari pengabdian masyarakat.

Dalam forum yang sama, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia Imam Musthofa Zainudin menjelaskan dari hasil simposium hiu dan pari akan menjadi acuan untuk WWF-Indonesia dalam mendukung program ekonomi biru yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia. Terutama dalam mengurangi ancaman dan melindungi habitat kritis hiu dan pari dalam skema perluasan kawasan konservasi di Indonesia.

Hal ini berkontribusi kepada komitmen Pemerintah Indonesia untuk global dalam memiliki 30% kawasan konservasi kelautan pada tahun 2045 – ’30-by-45’, kata Imam.

Wakil Direktur Misi USAID Indonesia Erin Nicholson mengatakan USAID berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati laut serta memastikan bahwa ekosistem laut dilindungi dan dikelola dengan baik untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Exit mobile version