Inflasi Gorontalo Capai 2,44 Persen, Kenaikan Harga Terjadi di Delapan Kelompok Pengeluaran

GAMBAR: BPS PROVINSI GORONTALO

Darilaut – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Oktober 2025 mencapai 2,44 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,08. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya harga di delapan kelompok pengeluaran utama, terutama pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 8,55 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,29 persen, diikuti kelompok pendidikan (2,02 persen), penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,95 persen), transportasi (1,46 persen), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,58 persen), pakaian dan alas kaki (0,54 persen), serta kesehatan (0,48 persen).

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menjelaskan bahwa inflasi di provinsi ini masih tergolong terkendali dan mencerminkan dinamika harga yang wajar menjelang akhir tahun. “Kenaikan harga terutama dipicu oleh peningkatan harga komoditas seperti beras, ikan layang, ikan tude, bawang merah, dan emas perhiasan,” ujar Dwi Alwi.

Secara spasial, Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,64 persen, sedangkan Kota Gorontalo mencatat inflasi sebesar 2,18 persen.

BPS juga melaporkan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,39 persen, dan month-to-month (m-to-m) mengalami deflasi 0,14 persen, yang menunjukkan adanya penurunan harga sementara pada beberapa komoditas seperti cabai rawit, cumi-cumi, dan daging ayam ras.

Meski demikian, BPS menilai kondisi harga di Gorontalo tetap dalam batas stabil dan masih terkendali oleh pasokan pangan daerah.

“Fokus kami adalah terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok agar inflasi tidak melonjak di akhir tahun,” kata Dwi.

Exit mobile version