Komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain: cabai rawit, sabun detergen bubuk, telepon seluler, minyak goreng, ikan tuna, kangkung, terong, tomat, air kemasan, dan sandal anak.
Lima kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,74 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,87 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen.
Komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain: cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, minyak goreng, beras, sandal anak, kopi bubuk, sandal karet pria, baju kaos tanpa kerah/ t-shirt pria, dan angkutan udara, menurut BPS Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, secara nasional BPS mencatat inflasi year-on-year pada Januari 2026 sebesar 3,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,75.
Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,69 persen dengan IHK sebesar 114,23 dan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,90 persen dengan IHK sebesar 109,71, kata BPS.
Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen dengan IHK sebesar 116,41 dan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 109,67.




