Sabtu, April 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

BMKG Dorong Pemerintah Sulawesi Tengah Revisi Tata Ruang

redaksi
20 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
BMKG Dorong Pemerintah Sulawesi Tengah Revisi Tata Ruang

FOTO: DOK. BMKG

Palu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan revisi tata ruang wilayah di kawasan rawan bencana.

Hal ini perlu dilakukan guna mengurangi risiko kerugian materil dan korban jiwa akibat bencana alam yang mengintai Sulawesi Tengah.

“Revisi ini perlu segera dilakukan agar dampak dari kejadian yang lalu (gempa dan tsunami) tidak terulang kembali,” Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati MSc PhD, saat kunjungan pemantauan kerentanan kegempaan di Palu, Sulawesi Tengah, Jum’at (19/10).

Menurut Dwikorita, revisi tata ruang wilayah ini bukan ukan cuma Sulawesi Tengah. Tapi juga wilayah lain di Indonesia yang masuk dalam kategori rawan bencana alam.

Dalam kunjungan kerjanya, Dwikorita mendatangi sejumlah titik kerusakan akibat gempa dan tsunami. Antara lain di Pantai Talise, Perumnas Balaroa, Palu Grand Mall & Grand Mercure Hotel.

Dwikorita mengatakan, penataan ruang memiliki peran besar dalam upaya mitigasi bencana. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) mengatur pengendalian dan pemanfaatan sebuah kawasan apakah layak dijadikan tempat pemukiman atau tidak.

Karena itu, kata Dwikorita, dalam perencanaan tata ruang hendaknya mempertimbangkan peta bencana. Khususnya kondisi kerentanan tanah terhadap gempa, likuefaksi dan longsoran, serta banjir bandang di wilayah tersebut.

Menurut Dwikorita, jangan sampai atas dasar kebutuhan tempat tinggal penduduk atau motif ekonomi politik, wilayah yang seharusnya tidak ditinggali, justru menjadi kawasan pemukiman padat penduduk. Perlu pengawasan ketat agar rencana tata ruang tersebut benar-benar dijadikan acuan dalam rencana pembangunan.

“BMKG juga merekomendasikan pembangunan fasilitas perlindungan tsunami di kawasan pantai Sulteng. Fasilitas tersebut untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta mengurangi risiko dari bencana tsunami,” ujarnya.*

Tags: BMKGDonggala-Palu
Bagikan24Tweet1KirimKirim
Previous Post

Stasiun Geofisika Palu Amati Potensi Longsoran di Sigi

Next Post

1921 – 2018, Enam Kali Gempa Disusul Tsunami di Donggala-Palu

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Pelabuhan Wani, Donggala

1921 – 2018, Enam Kali Gempa Disusul Tsunami di Donggala-Palu

Komentar tentang post

TERBARU

ENSO Berada pada Fase Netral

Waspada Hujan Lebat di Masa Peralihan Musim

Tanaman Sorgum Sebagai Sumber Gula Alternatif

Mahasiswa Prodi Psikologi UNG Finalis Kompetisi Internasional di Kuala Lumpur

Kemunculan AI Berpengaruh pada Pola Kerja di Ruang Redaksi

Mahasiswa UNG Tembus International Business Competition 2026 di Vietnam

AmsiNews

REKOMENDASI

Tak Sesuai SOP, Lebih 25 Turis Mengerubuti Seekor Hiu Paus di Botubarani Gorontalo

Banjir di Melawi, 720 Jiwa Mengungsi

Ini Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026

2,7 Juta Jiwa Terdampak Topan di Filipina, 12 Orang Tewas

UNG Luncurkan Panduan Penelitian 2025

Tahun 2020 Indonesia Memiliki 29,9 Juta Ha Kawasan Cagar Biosfer

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.