Inflasi Provinsi Gorontalo Terendah ke-3 di Indonesia

Berita Resmi Statistik No. 59/11/75/Th. XVIII, 1 November 2024. GAMBAR: BPS PROVINSI GORONTALO

Darilaut – Inflasi year on year (yoy) Provinsi Gorontalo di bulan Oktober 2024 sebesar 0,81 persen. Inflasi ini terendah ke-3 di Indonesia setelah Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi Tenggara.

Inflasi year on year Kep. Bangka Belitung sebesar 0,22 persen, sedangkan Sulawesi Tenggara 0,71 persen.

Dalam berita resmi Statistik yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo pada Jumat  (1/11), untuk Oktober 2024 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,81 persen. Kota Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,95 persen dan Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,70 persen.

Menurut BPS Provinsi Gorontalo, inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang  ditunjukkan oleh naiknya indeks pada tujuh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,50 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,20 persen.

Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 1,60 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya  sebesar 1,09 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,54 persen; kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 3,03 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,56 persen.

Tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi  y-on-y  yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,55 persen; kelompok transportasi sebesar 0,52 persen;  dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,69 persen. Sementara itu kelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Oktober 2024 Provinsi Gorontalo mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,57 persen dan deflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,81 persen.

Secara nasional, menurut BPS, pada Oktober 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 1,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,01.

Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,19 persen dengan IHK sebesar 109,98 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 103,57.

Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 5,29 persen dengan IHK sebesar 108,43 dan terendah terjadi di Kabupaten Karo sebesar 0,18 persen dengan IHK sebesar 106,08.

Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,02 persen dengan IHK sebesar 104,42 dan terendah terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 101,22.

Exit mobile version