Darilaut – Informasi cuaca dan iklim yang akurat serta berkelanjutan menjadi modal utama perlindungan masa depan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Tantangan nyata perubahan iklim dan urbanisasi yang meningkatkan intensitas dan frekuensi kejadian ekstrem kian mendesak kebutuhan sistem peringatan dini demi melindungi masyarakat.
Untuk memperingati memperingati Hari Meteorologi Sedunia (World Meteorological Day) ke-76 tahun 2026 BMKG mengintegrasikan pengamatan cuaca terkini dengan strategi perlindungan jangka panjang sebagai fondasi perlindungan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Hari Meteorologi yang diperingati tanggal 23 Maret, setiap tahunnya. Tahun ini BMKG mengusung tema “Mengamati Hari ini, Melindungi Masa Depan Indonesia”.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa observasi yang dilakukan hari ini adalah investasi bagi keselamatan generasi mendatang. Hal ini sangat relevan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan tropis sehingga menghadapi kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.
“Tema Hari Meteorologi Dunia tahun ini mengingatkan kita bahwa setiap data yang dikumpulkan hari ini adalah bagian dari perlindungan masa depan bangsa,” ujar Faisal di Jakarta, Selasa (17/3).




