Ini 13 Program Kerja KKN Kolaboratif UNG di Desa Banuroja Pohuwato

KKN kolaboratif mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. FOTO: NOVITA J. KIRAMAN

Darilaut – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalankan KKN Kolaboratif di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.

Pelaksanaan KKN Kolaboratif untuk tahun ketiga berfokus pada “Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Kawasan Teluk Tomini”.

Melalui KKN kolaboratif UNG dan UGM, mahasiswa telah mempresentasikan program kerja yang akan dilaksanakan selama 50 hari.

Terdapat 13 program kerja KKN Kolaboratif UNG yang akan dijalankan sejak 1 Juli sampai 19 Agustus 2024.

Mengacu pada topik “Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan Pertanian Lokal di Desa Banuroja Solusi Terhadap Stunting”, mahasiswa peserta KKN Kolaboratif UNG Desa Banuroja mencetuskan program kerja pembuatan MPASI berupa pembuatan makanan pendamping ASI berupa rice creaker.

Pembuatan buku panduan yang dapat digunakan oleh semua kalangan untuk mengedukasi pencegahan stunting. Pembuatan pupuk limbah dari campuran limbah pertanian dan limbah peternakan juga cairan EM4 yang berfungsi untuk membantu percepatan dalam proses dekomposisi atau penguraian hingga mendapatkan hasil pupuk yang maksimal.

Selanjutnya, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ini menjadi salah satu langkah awal dalam menindaklanjuti pencegahan stunting, dengan cara memberikan pengenalan terkait perilaku hidup bersih dan sehat kepada anak-anak SD.

Pelatihan Kehumasan juga menjadi program kerja yang difokuskan pada aparat Desa Banuroja untuk membantu meningkatkan kualitas layanan kepada Masyarakat.

Program kerja mahasiswa KKN kolaboratif UNG dan UGM di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. FOTO: NOVITA J. KIRAMAN

Pelatihan TIK (teknologi, informasi dan komunikasi) untuk siswa SMP terkait bagaimana cara bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di era digital dan bagaimana cara menghindari dampak negatif dari kemajuan TIK.

Selanjutnya, digitalisasi pembayaran, yakni pengenalan sistem pembayaran berbasis digital sebagai transaksi yang dapat mempermudah transaksi dan kemajuan UMKM di Desa Banuroja.

Program kerja lainnya adalah Sumur Komposter. Ini bentuk daur ulang limbah rumah tangga yang masih dapat dialihfungsikan menjadi pupuk kompos.

Kemudian, ada Mendalang yaitu (menabung dan mengelola uang saku dengan celengan daur ulang) yang merupakan pemanfaatan barang bekas yang layak untuk di daur ulang, sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi pengelolaan uang saku pada anak SD.

Kegiatan lain peringatan Hari Pajak dengan mengadakan sosialisasi pengenalan pentingnya pajak sejak dini pada anak SD, yang akan bekerja sama langsung dengan KPP Pratama Gorontalo.

Kegiatan lain, pelatihan BUMDES. Dengan program kerja ini peserta akan difokuskan bagaimana cara menentukan harga jual, cara packaging yang baik, serta cara pencatatan laporan keuangan.

Selanjutnya, sosialisasi pernikahan usia dini. Sosialisasi ini bentuk tindak lanjut dari pencegahan stunting. Dalam sosialisasi ini akan diberikan edukasi pada anak usia remaja terkait bahaya juga dampak dari pernikahan dini.

Program kerja terakhir adalah Festival Budaya. Program ini salah satu bentuk perwujudan adanya moderasi beragama di desa Banuroja, dengan melibatkan semua etnis yang ada di Desa Banuroja.      

Kepala Desa Banuroja, Rony Handri Koyansow, menyampaikan harapan agar program-program yang akan dijalankan oleh para mahasiswa KKN dapat sinkron dengan keberadaan Desa Banuroja.

Keberadaan Banuroja umumnya dikenal sebagai desa Pancasila juga sebagai sebuah desa yang makmur, kata Rony. (Novita J. Kiraman)

Exit mobile version