Ini Analisis Gempa Merusak di Daratan Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah

Gempa bumi merusak magnitudo 5,4 di daratan Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (19/1). GAMBAR: BMKG

Darilaut – Gempa bumi merusak terjadi pada Jumat (19/1) pukul 01:36:18 Wita, di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kejadian gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,4 pada kedalaman 10 km tersebut, tidak menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Tojo Una-Una sebagian terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi.

Sebagian besar permukiman penduduk di Kabupaten Tojo Una-una yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada KRB gempa bumi menengah.

Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

Hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, merekomendasikan, bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman.

Bangunan yang terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB)  menengah dan tinggi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan dan harus dilengkapi dengan jalur serta tempat evakuasi, kata Pusat Vulkanologi.

Menurut Pusat Vulkanologi, kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 121,45 BT dan 1,1 LS, berjarak sekitar 28,9 km barat daya kota Ampana.

Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,533 BT dan 1,114 LS dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 46,8 km.

Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 121,55 BT dan 1,06 LS, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 28 km. Ketiga stasiun tersebut mencatat kejadian gempa bumi susulan.

Morfologi lokasi gempa dan sekitarnya secara umum merupakan perbukitan bergelombang hingga terjal, lembah dan dataran pantai.

Daerah Kecamatan Ampana sebagai ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una merupakan dataran pantai yang tersusun oleh endapan Kuarter.

Menurut data Badan Geologi daerah sekitar lokasi pusat gempa bumi tersusun oleh tanah keras (kelas C), sedangkan kota Ampana tersusun oleh tanah lunak (kelas E) hingga tanah sedang (kelas D).

Daerah Tojo Una-Una tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial pantai, sungai dan rombakan dari batuan sekitarnya).

Sebagian dari batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Selain itu morfologi perbukitan terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempabumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi.

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari BMKG, kejadian gempa bumi tersebut akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal.

Data Badan Geologi, tahun 2021 terjadi dua kali gempa bumi merusak, pada 26 Juli 2021 dan 26 Agustus 2021, dengan episenter di Teluk Tomini yang bersumber dari sesar normal dan berarah barat laut–tenggara.

Exit mobile version