Inisiatif seperti #GenerationRestoration Schools, yang dipimpin oleh Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem dalam kemitraan dengan Foundation for Environmental Education (FEE), mendukung sekolah-sekolah di seluruh dunia untuk mengajar dan mengambil tindakan untuk alam, memungkinkan siswa untuk belajar tentang lingkungan dengan mengambil bagian dalam proyek restorasi ekosistem langsung.
2. Pembelajaran Lingkungan di Luar Kelas
Di luar lingkungan sekolah, sarana pendidikan non-formal juga memainkan peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Seperti lokakarya, kelompok pelatihan, dan program memberdayakan kaum muda untuk berkolaborasi, memobilisasi, dan mengatasi tantangan di dalam komunitas mereka.
Tide Turners Plastic Challenge, bagian dari kampanye Beat Plastic Pollution UNEP, melibatkan kaum muda di seluruh dunia melalui jaringan yang ada. Bekerja sama dengan World Scouting dan Girl Guides, program ini telah menjangkau lebih dari 800.000 anak muda, menunjukkan kekuatan aksi akar rumput.
Peluang seperti ini membangun kepemimpinan dan keterampilan hidup sekaligus mendorong solusi lingkungan yang dipimpin oleh kaum muda.
3. Restorasi Ekosistem oleh Universitas
Dengan memasukkan restorasi ekosistem ke dalam pengajaran, penelitian, operasional, dan rantai pasokan, universitas mengubah kampus mereka menjadi laboratorium hidup untuk pemulihan alam.




