Darilaut – Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan penghargaan kepada masyarakat adat dan pengetahuan lokal dalam mengembalikan fungsi ekosistem atau restorasi ekosistem.
Melalui World Restoration Flagships PBB memberikan kepada tiga pegiat dari Australia, Kanada, dan Afrika Selatan atas inisiatif mendukung sistem agrifood, keanekaragaman hayati, dan tujuan iklim.
PBB mengumumkan penghargaan tersebut menjelang sesi ketujuh Majelis Lingkungan Hidup PBB (UNEA-7).
Dipimpin bersama oleh Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), penghargaan ini diumumkan dalam rangka Dekade PBB untuk Restorasi Ekosistem (2021–2030).
World Restoration Flagships merupakan beberapa contoh restorasi yang paling ambisius, berbasis sains, dan inklusif.
“Satu hektar pada satu waktu, pemerintah, masyarakat, dan mitra memulihkan hutan, padang rumput, semak belukar, garis pantai, dan lingkungan laut,” kata Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen, seperti dikutip dari Unep.org.
“Dengan menggabungkan pembelajaran dari Masyarakat Adat dengan sains modern, kami memulihkan ekosistem yang rusak. Satu hektar demi satu hektar.”
Direktur Jenderal FAO, QU Dongyu, mengatakan dengan Masyarakat Adat dan komunitas lokal sebagai pusatnya, program unggulan baru ini menunjukkan kekuatan kemitraan yang menjembatani kearifan kuno dengan inovasi modern, sekaligus memperkuat sistem agrifood, keanekaragaman hayati dan pangan, serta ketahanan iklim.




