Intensitas Siklon Tropis Charlotte Akan Menguat

GAMBAR: Australian Bureau of Meteorology

Darilaut – Dalam 24 jam ke depan intensitas siklon tropis Charlotte akan menguat. Siklon tropis ini berada di lautan terbuka selatan Jawa dan utara – barat laut Australia Barat, Samudra Hindia.

Menurut buletin Pusat Peringatan Siklon Tropis – Biro Meteorologi Australia, Senin (21/3) sore, pukul 15.13 waktu setempat, titik rendah tropis (Tropical Low) terletak dengan jarak 800 km utara – barat laut Exmouth.

Sistem ini bergerak ke barat daya dengan kecepatan 24 kilometer per jam. Siklon Tropis Charlotte terus berkembang di Samudera Hindia.

Charlotte dengan sistem Kategori 2 (C2) akan terus bergerak ke barat daya dan tetap Berada di lepas pantai Australia.

Diperkirakan pada Selasa (22/3) pagi, Charlotte akan lebih intensif menjadi Topan Tropis Parah (Severe Tropical Cyclone). Namun, mulai Selasa malam diperkirakan Charlotte akan melemah di lautan terbuka.

Deputi Bidang Meteorologi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikasi (BMKG) juga telah mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca di sejumlah wilayah di Indonesia, Senin 21 Maret hingga Rabu 23 Maret.

Siklon Tropis Charlotte terpantau di Samudea Hindia selatan Jawa Timur, dengan kecepatan angin maksimum 40 knot dan tekanan terendah 996 hPa.

Sistem ini bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan intensitasnya akan menguat dalam 24 jam ke depan.

Bibit 91B (Asani)

Sementara bibit siklon tropis 91B (Asani) terpantau di Laut Andaman dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan terendah 998.9 mb.

Sistem ini bergerak ke arah utara menjauhi wilayah Indonesia dan memiliki potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori tinggi.

Sirkulasi Siklonik terpantau di Laut Arafuru yang membentuk daerah pertemuan/ perlambatan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan selatan Pulau Buru hingga Laut Arafuru timur Kepulauan Aru. Kemudian, dari pesisir barat Papua hingga perairan selatan Papua.

Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis/bibit siklon tropis/ sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/ konvergensi tersebut.

Potensi Hujan dan Angin Kencang

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang Pada Senin (21/3):

Aceh, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang, pada Selasa (22/3):

Aceh, Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang: DKI Jakarta.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang, Rabu (23/3):

Aceh, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang: DKI Jakarta.

Exit mobile version