Bibit 91B (Asani)
Sementara bibit siklon tropis 91B (Asani) terpantau di Laut Andaman dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan terendah 998.9 mb.
Sistem ini bergerak ke arah utara menjauhi wilayah Indonesia dan memiliki potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori tinggi.
Sirkulasi Siklonik terpantau di Laut Arafuru yang membentuk daerah pertemuan/ perlambatan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan selatan Pulau Buru hingga Laut Arafuru timur Kepulauan Aru. Kemudian, dari pesisir barat Papua hingga perairan selatan Papua.
Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis/bibit siklon tropis/ sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/ konvergensi tersebut.
Potensi Hujan dan Angin Kencang
Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang Pada Senin (21/3):
Aceh, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.





Komentar tentang post