Darilaut – IPB University bersama Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), bekerjasama penelitian teknologi pesisir dan Kelautan.
Menindaklanjuti perjanjian kerjasama, IPB University dan Korea-Indonesia MTCRC, telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Penandatanganan ini dilakukan oleh Wakil Rektor IPB University bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni, Prof Dodik Ridho Nurrochmat, Directors MTCRC Dr Park Hansan dan Ivonne M. Radjwane Ph.D, di Kampus Dramaga, Bogor (12/7).
Korea-Indonesia MTCRC adalah pusat penelitian bersama antar pemerintah di bidang Ilmu dan Teknologi Kelautan antara Korea yang diwakili oleh KIOST (Korea Institute of Ocean Science and Technology) atas nama MOF (Ministry of Oceans and Fisheries).
Sementara Indonesia diwakili ITB atas nama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang bertujuan untuk memperkuat dan mempromosikan kerja sama praktis di bidang ilmu dan teknologi kelautan antara kedua negara.
Prof Dodik mengatakan, kami senang bahwa penelitian luar biasa di bidang teknologi pesisir dan kelautan telah berlangsung di IPB University. Hal ini sebagai sarana untuk meningkatkan dampak regional, nasional dan internasional, IPB University bekerja keras untuk menjalin kemitraan dengan organisasi lain.
Diharapkan kerja sama ini memberikan perubahan dan manfaat bagi pendidikan tinggi di bidang pembelajaran, penelitian dan inovasi, serta pengabdian masyarakat.
Menurut Korean Director MTCRC, Dr Hansan, pihaknya telah aktif berkolaborasi dengan banyak pemangku kepentingan dan perguruan tinggi baik di Indonesia maupun Korea.
Kegiatan utama yang dilakukan antara lain mendukung platform kerjasama, penelitian bersama, peningkatan kapasitas dan dukungan masyarakat lokal, termasuk dukungan untuk proyek-proyek Official Development Assistance (ODA).
“Kami merasa sangat terhormat, bahwa IPB University sebagai lembaga terbaik di bidang perikanan di Indonesia akan menjadi salah satu mitra potensial bagi MTCRC untuk mengembangkan platform kerjasama kami. Kami berharap kerjasama ini dapat segera diwujudkan menjadi tindakan nyata,” kata Dr Hansan.
Indonesian Director MTCRC, Ivonne, menjelaskan MTCRC adalah pusat penelitian bersama antar pemerintah yang bertujuan memperkuat dan mempromosikan kerja sama di berbagai bidang ilmu dan teknologi kelautan antar kedua negara.
Selain itu, kata Ivonne, memperluas jejaring kerjasama MTCRC dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan di Indonesia termasuk di dalamnya adalah perguruan tinggi seperti IPB.
Saat ini MTCRC telah memiliki program kerjasama seperti remote sensing kelautan yang dapat dikerjasamakan dengan IPB.
Chairman of Korea-Indonesia MTCRC Advisory Board, Safri Burhanuddin, mengharapkan dukungan berkelanjutan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh MTCRC, termasuk kerja sama dengan IPB.
Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Dr Yonvitner, mengatakan sebagai negara yang memiliki kawasan laut lebih luas dari daratannya, ekonomi berbasis ekosistem laut menjadi salah satu lokomotif penting bagi negara kepulauan, negara pulau, negara pantai atau negara maritim.
Untuk itu, menurut Yonvitner, diperlukan sebuah tracking tools guna mengevaluasi kemajuan pembangunan ekonomi kelautan agar sesuai dengan kaidah dan prinsip keberlanjutan.
“Pemerintah Indonesia saat ini tengah menempuh berbagai kebijakan menuju strategi ekonomi biru untuk meningkatkan tata kelola ekosistem laut dan pesisir, mencapai peluang ekonomi yang setara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk menetapkan target ambisius untuk mengurangi sampah laut serta memulihkan dan melestarikan hutan bakau dan ekosistem laut lainnya,” kata Yonvitner.
