SEORANG laki-laki (25 tahun) dan perempuan (47 tahun) dibawa tim penyelamat dengan helikopter ke Rumah Sakit Teluk Hervey setelah kena sengatan di laut pada Sabtu (5/1) pukul 17.00.
Keduanya dirawat dan diberi penghilang rasa sakit, sebelum dipulangkan pada Minggu (6/1) pagi.
Sehari sebelumnya, seorang pria berusia 20-an tahun dievakuasi dari daerah yang sama di Queensland tenggara karena sengatan.
Kasus ini karena sengatan ubur-ubur Irukandji. Musim ini kasus sengatan Irukandji di Queensland sebanyak 20 kasus, hampir dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Diberitakan abc.net.au, Koordinator Surf Life Saving Queensland untuk Wide Bay, Julie Davies mengatakan, tim penyelamat telah menemukan beberapa Irukandji dalam penyisiran mereka di Pulau Fraser. Seperti di sisi barat Pulau Fraser dari Moon Point hingga Wathumba Creek.
Davies mengatakan, sisi barat Pulau Fraser sangat banyak dikunjungi wisatawan selama liburan sekolah. Sengatan banyak di lokasi ini karena banyaknya wisatawan yang berlibur ditempat itu.
Director of the Australian Marine Stinger Advisory Service (AMSAS), Lisa-ann Gershwin mengatakan, irukandji biasanya tidak berkumpul di sekitar muara seperti di Sungai Wathumba. Tingginya jumlah sengatan di lokasi ini mungkin berkaitan dengan jumlah orang.
“Kami tidak memiliki hubungan antara Irukandji dan sungai,” katanya.
Orang-orang yang berlibur diminta untuk membawa cuka dan mengenakan stinger suit. Orang-oramng setempat, yang pergi berlibur ke pulau selama bertahun-tahun, membawa cuka dan tidak berenang di laut, mereka mandi di sungai.
Pulau Fraser
Dr Gershwin mengatakan, ubur-ubur Irukandji telah ditemukan di Pulau Fraser selama beberapa dekade.
“Ini bukan hal baru, kami telah menemukan di selatan Pulau Fraser selama lebih dari 100 tahun,” katanya.
Temuan ini berdasarkan laporan surat kabar dan laporan medis. Memang 100 tahun lalu, tidak disebut Sindrom Irukandji 100. Melalui laporan tersebut, terdapat gejala yang sama.
Menurut Dr Gershwin, tidak ada bukti bahwa spesies Irukandji tropis telah pindah ke selatan.
“Ada banyak bukti-bukti tak terbantahkan bahwa spesies yang menyebabkan Sindrom Irukandji telah berada di selatan selama lebih dari 100 tahun, tetapi tidak ada bukti bahwa spesies tropis bergerak ke selatan,” kata Dr Gershwin.*
