Darilaut – Tempat isolasi terapung di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berada di KM Umsini berjalan dengan lancar. KM Umsini dioperatori PT Pelni.
Untuk memastikan pelaksanaan isolasi terapung tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut – Kementerian Perhubungan, R. Agus H. Purnomo turun langsung untuk meninjau pelaksanaan isolasi apung di kapal KM Umsini yang telah diresmikan penggunaannya pada Senin (2/8).
Dirjen Agus melihat langsung tempat isolasi apung dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Isolasi apung terpadu skala Kota Makassar ini difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan, PT Pelni (Persero) dan Pemerintah Kota Makassar.
Menurut Agus program ini rencananya akan dilaksanakan di daerah lainnya. “Saya juga tentunya mengapresiasi kepada para khalayak yang turut mendukung pelaksanaan program tersebut,” ujarnya.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Mugen mengatakan KM Umsini saat ini tengah menangani 98 pasien Covid-19 yang terdiri dari 61 laki-laki dan 37 pasien wanita. Adapun pasien yang sembuh per hari Selasa (10/8) sebanyak 43 pasien dan diperbolehkan pulang hari ini.
Turut hadir dalam monitoring ke KM Umsini yaitu Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar Ahmad Wahid, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Bambang Gunawan serta para Kepala UPT Perhubungan Laut di Makassar dan Instansi terkait lainnya.
Tiap-tiap tempat tidur antar pasien isolasi mandiri telah diberikan sekat (recovery capsule) dan terbagi atas empat deck dengan pemisahan berdasarkan jenis kelamin.
Sementara, untuk tenaga medis telah dipersiapkan sebanyak 64 tempat tidur dengan lokasi yang terpisah dari deck pasien isolasi mandiri.
Jumlah tersebut sesuai dengan kebijakan 50% dari kapasitas kapal sehingga protokol kesehatan di atas kapal tetap terlaksana.
Beberapa fasilitas penunjang di kapal juga telah dipersiapkan guna mendukung pelaksanaan isolasi mandiri, seperti penyediaan kamera pengawas (CCTV) pada 31 titik di atas KM Umsini, poliklinik, jogging track.
“Top deck” sebagai ruang terbuka di atas kapal juga dapat dimanfaatkan oleh pasien isolasi mandiri sebagai lokasi untuk berolahraga maupun berjemur.
Adanya fasilitas yang disediakan tersebut dapat mendukung percepatan proses penyembuhan pasien yang melakukan isolasi di atas kapal Pelni.
