ITS dan Pemerintah Kerajaan Belanda Kerjasama Pendidikan Vokasi Kemaritiman

Tim Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menampilkan Roboboat yang memenangkan kompetisi internasional dalam pameran 'INAMARINE 2019' di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (28/8) hingga Jumat (30/8). FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Departemen Teknik Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda sebagai salah satu mitra institusi pendidikan untuk pengembangan pendidikan vokasi bidang maritim di Indonesia.

Hal ini dipertegas dengan dilakukannya kunjungan rombongan dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia bersama beberapa mitra industri dan pendidikan dari Belanda di Rektorat ITS, Jumat (23/8) pekan lalu.

Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut ITS, Tri Achmadi PhD mengatakan, program ini tentang pendidikan vokasi di bidang transportasi laut, logistik dan shipbuilding.

Departemen Teknik Transportasi Laut ITS akan berkolaborasi dengan pihak Belanda dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum tersebut kemudian akan diimplementasikan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya (PPS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai institusi pendidikan vokasi kemaritiman.

Sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tinggi yang menyediakan pembelajaran manajemen kemaritiman, kata Tri, pendidikan di Departemen Teknik Transportasi Laut ITS berada pada jenjang strata-1 (S-1).

Sementara itu, dalam bidang manajemen kemaritiman, juga dibutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi di jenjang diploma.

Kerja sama ini merupakan jawaban atas kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, ke Belanda pada April 2016 lalu. Salah satu poin yang ditindaklanjuti dalam kunjungan ini adalah mengenai peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam bidang maritim pada ranah pendidikan vokasi.

Pemerintah Kerajaan Belanda mendukung penuh langkah Indonesia mewujudkan visi poros maritim. Visi tersebut diwujudkan dengan pengembangan klaster maritim, baik perikanan, pembangunan kapal laut, infrastruktur, dan sumber daya laut.

Selain itu, peningkatan kapasitas SDM melalui program vocational training bagi pelajar dan mahasiswa sekolah maritim di Indonesia. Hal lain yang tak kalah penting adalah pengembangan peta jangka panjang pembangunan maritim Indonesia.

Penanggungjawab program adalah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Belanda melalui program kerjasama bidang vokasi maritime antara Indonesia dan Belanda, dalam skema TVET – Technical and Vocational Education and Training. Untuk melaksanakan program kerjasama tersebut, Kemlu Belanda mengadakan tender internasional dan salah satu peserta tender adalah Konsorsium Internasional.

Konsorsium ini terdiri dari STC International (institusi pendidikan dan pelatihan bidang maritim & logistik di Belanda), CINOP (institusi konsultan kurikulum dan pendidikan di Belanda), dan Departemen Teknik Transportasi Laut ITS (insitusi pendidikan tinggi teknik bidang transportasi laut, kepelabuhanan, dan logistik maritim di Indonesia).

Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia mendukung sepenuhnya inisiatif antara Belanda dan Indonesia di sektor maritim tersebut, antara lain di bidang peningkatan kapasitas pada pengembangan proyek kerja sama ini.*

Exit mobile version