Darilaut – Badai Tropis Jangmi di Laut Filipina telah meningkat menjadi badai tropis parah (severe tropical storm) pada Jumat (29/5) malam.
Badai Tropis Jangmi telah meningkat menjadi badai tropis parah, menurut Observatorium Hong Kong (HKO).
Pada Jumat pukul 9 malam, kata HKO, Jangmi berpusat sekitar 1180 kilometer di selatan-tenggara Okinawa.
Sistem ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam melintasi Pasifik Utara bagian barat menuju timur Filipina dan secara bertahap akan menguat.
HKO mengatakan Siklon Tropis Jangmi secara bertahap akan menguat dalam beberapa hari ke depan, dan bergerak ke arah sekitar Kepulauan Ryukyu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia.
Dampak terhadap kondisi cuaca ini di sebagian wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Keberadaan sistem siklonik tersebut turut mempengaruhi pola aliran massa udara dan mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitar lintasannya, kata BMKG.
Jangmi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 99W. Saat ini sistem berada di timur Filipina atau di utara Papua.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) Jangmi telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 7 meter (23 kaki), kata JTWC.
