Darilaut – Wabah Ebola terus menyebar dan meningkat di Republik Demokratik Kongo (DRC). Wabah strain Bundibugyo (BVD) ini penyebab utama kekhawatiran di DRC, di mana terdapat lebih dari 900 kasus yang diduga dan sekitar 220 kematian yang diduga.
Karena strain Ebola yang mematikan terus menyebar di Republik Demokratik Kongo, dengan kasus yang dikonfirmasi di negara tetangga Uganda, badan penerbangan PBB mendesak pemerintah dan operator penerbangan untuk mengikuti dengan cermat pedoman yang diberlakukan setelah pandemi COVID-19.
Sejauh ini, terdapat tujuh kasus yang dikonfirmasi di Uganda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa wabah tersebut, yang telah dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, menyebar lebih cepat daripada kemampuan petugas kesehatan untuk mengendalikannya.
Melansir UN News, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) akan memperbarui panduannya sesuai kebutuhan mengingat situasi yang berkembang, tetapi untuk saat ini mereka menegaskan bahwa layanan penerbangan internasional harus tetap aman.
Pada Selasa (26/5), badan PBB tersebut menyerukan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan penerbangan untuk mematuhi rekomendasi WHO secara ketat guna mengurangi risiko terkait Ebola.



