“Jawa ini ternyata terakumulasi di beberapa titik yang tinggi. Di Jakarta ya. Ini titik-titik yang di pantai Indonesia yang banyak sampah-sampah ini terdampar. Bali juga salah satu daerah yang terdampak. Jadi, memang Indonesia sampahnya memang lebih banyak berkumpul di Indonesia sendiri,” ujar Budhi seperti dikutip dari Brin.go.id.
Budhi menilai upaya penanganan sampah laut tidak cukup dilakukan dengan membersihkan pantai atau laut setelah sampah terlanjur masuk ke perairan. Menurut Budhi, upaya pencegahan justru perlu dimulai dari daratan, terutama melalui pengelolaan sampah dan pengendalian aliran sampah menuju sungai.
Selain memetakan pergerakan sampah, pendekatan pemodelan yang digunakan dalam penelitian tersebut juga berpotensi mendukung penanganan pencemaran laut dan penegakan hukum lingkungan.
Budhi mengatakan simulasi pergerakan partikel dapat digunakan untuk memperkirakan penyebaran berbagai bentuk pencemaran di laut, termasuk tumpahan bahan berbahaya. Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran ilmiah mengenai arah dan pola penyebaran material pencemar.
Indonesia sebenarnya telah memiliki perangkat regulasi yang cukup lengkap untuk menangani persoalan lingkungan. Tantangannya terletak pada pengawasan, pembuktian ilmiah, dan konsistensi penegakan hukum.




