Darilaut – Persoalan sampah laut di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari aliran sungai. Sampah yang berasal dari daratan dapat terbawa melalui sungai-sungai besar hingga akhirnya masuk ke laut dan terakumulasi di sejumlah kawasan pesisir.
Hal ini dikatakan peneliti Pusat Riset Oseanografi (PRO) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budhi Gunadharma Gautama, pada Senin (5/10).
Pergerakan material dari daratan hingga laut perlu dipahami melalui riset agar penanganannya dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat.
Berdasarkan model simulasi yang digunakan dalam penelitian, sebanyak 92% aliran sampah berakhir di pantai Indonesia. Akumulasi sampah tersebut cukup tinggi di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa dan Bali, kata Budhi saat memaparkan hasil pemodelan mengenai pergerakan sampah laut dalam forum Ocean Talks seri ke-9 yang diselenggarakan secara hybrid di KST Apriliani Soegiarto BRIN.
Ke mana perginya sampah yang dibuang di daratan setelah masuk ke sungai? Mengapa di satu wilayah pesisir terjadi penumpukan sedimen, sementara wilayah lain justru mengalami erosi? Dua persoalan tersebut menunjukkan bahwa berbagai masalah di laut dan pesisir tidak berdiri sendiri.
Budhi menjelaskan bahwa sejumlah titik di pesisir Jawa menjadi lokasi akumulasi sampah. Jakarta menjadi salah satu wilayah yang terdampak, demikian pula Bali.



