Darilaut – Gempa bumi, termasuk yang berpusat di darat, beberapa kali mengguncang Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, di tahun 2025.
Pada Sabtu 3 Mei 2025 malam, pukul 20.51.45 Wita terjadi guncangan kuat di wilayah Kecamatan Wonggarasi. Gempa ini berjarak 32 km arah barat laut Marisa, ibukota Pohuwato, pada kedalaman 98 km.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng Laut Sulawesi.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar-naik (oblique-thrust fault).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan gempa bumi ini termasuk dalam Reverse left lateral oblique (sesar oblique mengiri dengan komponen naik), bidang sesar berarah barat daya – timur laut yang menunjukkan asosiasinya dengan aktivitas subduksi Sulawesi Utara.
Analisis Pusat Vulkanologi ini berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat.
Pusat Vulkanologi menjelaskan bahwa morfologi wilayah tersebut pada umumnya berupa dataran pantai yang berbatasan dengan morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal.
Pada Kamis 24 Juli 2025 pagi, pukul 04.50.45 Wita, gempa bumi berkekuatan M6,3 mengguncang Kabupaten Pohuwato. Gempa tersebut dirasakan III-IV dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) di wilayah tersebut.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa ini juga dirasakan hingga Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara III MMI, serta Minahasa Utara dan Manado Sulawesi Utara II-III MMI.
Selain itu, guncangan gempa juga sangat terasa di Provinsi Gorontalo lainnya, seperti Kabupaten dan Kota Gorontalo III MMI.
Gempa Pohuwato M6,3 berasosiasi dengan Subduksi Sulawesi Utara. Gempa bumi intraslab tersebut dengan dgn mekanisme pergerakan naik (thrust fault) pada kedalaman menengah, kata Pusat Vulkanologi.
Pada Sabtu (20/12) pukul 18.33.27 Wita, gempa darat M5,2 mengguncang Kabupaten Pohuwato. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 0,47 LU – 121,96 BT. Gempa dengan kedalaman hiposenter 102,0 km.
Menurut informasi dari USGS (The United States Geological Survey) Amerika Serikat, pusat gempa berada pada koordinat 0,4946 LU – 121,8893 BT dengan magnitudo M 5,0 pada kedalaman 124,137 km.
Sumber gempa darat tersebut memiliki mekanisme oblique naik. Dari lokasi, kedalaman, dan mekanismenya, dapat diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas subduksi Lempeng Laut Sulawesi, kata Pusat Vulkanologi.
Hasil analisis Pusat Vulkanologi kondisi daerah terdekat dengan pusat gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, dan pegunungan.
Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas Batuan Terobosan berumur pratersier, Batuan Gunungapi berumur kuarter hingga tersier, dan Batuan Sedimen berumur kuarter.
Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
