Darilaut – Tim pertolongan menemukan seorang yang selamat dan lima meninggal dunia dari Kapal Angkatan Laut Thailand yang tenggelam di Teluk Thailand. Hingga Selasa (24/12) masih 24 orang lainnya masih belum ditemukan.
Kapal perang ini membawa 105 orang awak kapal dan pelaut. Dengan jumlah 105 orang, jumlah jaket pelampung tidak cukup untuk semua penumpang.
Kantor Berita Associated Press (AP) melaporkan Komandan Angkatan Laut Laksamana Cherngchai Chomcherngpat pada awalnya mengatakan pada konferensi pers di Bangkok bahwa dua orang telah diselamatkan pada hari Selasa.
Tetapi kemudian Cherngchai mengatakan telah menerima informasi terbaru bahwa hanya satu orang yang masih hidup dan lima mayat telah ditemukan.
Dari data tersebut, 76 orang berhasil diselamatkan, lima ditemukan tewas dan 24 lainnya masih belum ditemukan.
Menurut Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Chonlathis Navanugraha korban selamat dan mayat, bersama dengan beberapa puing, ditemukan sekitar 60 kilometer (37 mil) dari tempat kapal tenggelam. Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia telah menawarkan bantuan dalam pencarian.
Korban selamat, yang diidentifikasi sebagai Chananyu Kansriya, ditemukan mengambang di laut sekitar pukul 15.00 dan dijemput oleh kapal kargo yang lewat, kata Chonlathis. Sebuah fregat angkatan laut membawanya kembali ke pantai.
Wakil Laksamana Pichai Lorchusakul, komandan Komando Area Angkatan Laut ke-1, mengatakan kepada wartawan bahwa Chananyu dalam kondisi lemah dan akan menerima perawatan medis di fregat, yang memiliki fasilitas seperti rumah sakit keliling.
Angkatan Laut telah mengerahkan empat kapal besar, dua pesawat patroli maritim, dua helikopter dan satu drone, dan angkatan udara telah menyumbangkan satu pesawat dan satu helikopter. Perahu kecil tidak dapat digunakan karena laut masih sangat berombak, kata perwira angkatan laut.
Kapal Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) HTMS Sukhothai (FS-442) tenggelam di Teluk Thailand pada Minggu (18/12) pukul 23.30 waktu setempat.
HTMS Sukhothai (FS-442) tersebut sedang berpatroli 20 mil dari pelabuhan di distrik Bang Saphan, Thailand Tengah ketika gelombang kuat menyebabkan air masuk ke sistem kelistrikan kapal.
Mengutip news.usni.org, hal ini mengakibatkan hilangnya tenaga dan kendali kapal seiring dengan masuknya air ke lambung kapal yang menyebabkan kapal menjadi miring.
Sukhothai adalah salah satu dari dua korvet kelas Ratanakosin yang dibangun di Amerika Serikat oleh Tacoma Boatbuilding Company yang sekarang ditutup dengan kapal utama HTMS Ratanakosin (FS-441) yang ditugaskan pada tahun 1986 dan Sukhothai yang ditugaskan pada tahun 1987.
Sumber: Apnews.com dan News.usni.org
